Ban motor kempes di Solo? Kontak tukang tambal ban ini…

Anda mengalami bocor ban saat berkendara di Solo? Jangan cemas. Saat ini Pemkot Solo sudah meluncurkan motor tambal ban online. Kendaraan khusus ini bernama Ngrekso Ban Kempes.

Pada tahap awal, enam motor tambal ban online itu diluncurkan Pemkot Solo. Penyerahan motor tambal ban dilakukan di Balai Kota Solo, Senin (10/12/2018). Peluncuran ini dilakukan setelah Pemkot Solo mengenalkan prototipe program tersebut pada Agustus lalu.

Tambal online yang bisa dikontak itu sebagaimana dikutip grup Info Cegatan Solo adalah:

1. Tri Cahyo 085725458498
2. Bejo 085642413418
3. Sahono 087835461571
4. Murwanto 087812712128
5. Agung 085326602312
6. Japi 085867711759

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan, enam unit motor tambal ban online tersebut disebar di lima kecamatan yang ada di Solo.

Baca juga  Bikini Climber asal Taiwan meninggal usai jatuh ke jurang

Menurut Rudy, program tersebut berguna untuk merapikan kota dari tambal ban yang biasa beraktivitas di tepi jalan.

Motor tambal ban di Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

“Tentu kita ingin ada penertiban tambal ban yang biasa di emplek-emplek. Konsekuensinya harus kita fasilitasi pakai motor seperti ini,” terang Rudy.

Rudy menjelaskan jasa tambal ban ini bisa diakses melalui aplikasi Solo Destination. Caranya, masuk ke menu Fasilitas Publik dan klik pada bagan tambal ban.

Rudy memaparkan, aplikasi ini memunculkan peta yang menunjukkan keberadaan tambal ban. Pengguna dapat memilih tambal ban paling dekat lalu meneleponnya.

“Baru ada tiga motor tambal ban yang masuk aplikasi.” “Yang lain saya kira secepatnya menyusul,” ucap Rudy.

Motor yang dipakai di program tersebut, lanjutnya, menggunakan motor bermerek Nozomi 150cc, yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki gerobak di bagian belakang.

Baca juga  BTS konser di GBK Juni 2019?

Gerobak diisi kompresor dan perlengkapan tambal ban lain yang diperlukan. Adapun kendaraan diserahkan gratis ke enam tukang tambal ban. Syaratnya, para tukang tambal ban ini harus menabung Rp 750 ribu per bulan di Bank Solo.

“Begitu tidak nabung, kita kasih peringatan satu, dua dan tiga, lalu motor kita langsung tarik kembali.” (Sumber: Detik dan Info Cegatan Solo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here