Begini kronologi lengkap dugaan penganiayaan Habib Bahar terhadap dua anak di Bogor menurut polisi

SOLORAYA.COM – Habib Bahar bin Smith ditahan di Mapolda Jawa Barat setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap dua anak baru gede (ABG). Dua ABG yang menjadi korban merupakan warga Bogor dengan inisial MKU (17) dan CAJ (18).


Aksi penganiayaan tersebut bahkan dikabarkan sempat disaksikan oleh orang tua korban.
Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, peristiwa ini berawal saat CAJ mengaku sebagai Bahar, karena memiliki rambut panjang pirang. Sementara MKU adalah temannya yang mendukung peran CAJ.

Habib Bahar Bin Smith. (YouTube/TVOne)

CAJ mengaku sebagai Bahar bin Smith kepada panitia sebuah acara yang diselenggarakan di Seminyak Bali akhir November 2018. Usai acara, mereka kembali ke rumahnya di Bogor.
Apa yang dilakukan oleh mereka di Bali ternyata diketahui Habib Bahar yang merasa risih. Kemudian Habib Bahar memerintahkan orang suruhan untuk menjemput paksa kedua remaja tersebut.

“Pada tanggal 1 Desember 2018, BS (Bahar Smith) langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari CAJ dan MKU,” ujar Agung.

Orang tua CAJ yang menghalangi penjemputan bahkan dipaksa ikut menemui Habib Bahar di pesantren miliknya, yakni Pondok Pesantren Tajul Alawiyin. MKU pun datang menyusul setelah dijemput dengan cara yang serupa.

Baca juga  Habib Bahar ditahan atas dugaan kasus penganiayaan anak

Disanalah korban dianiaya oleh Bahar dan lima orang suruhannya. Akibatnya, dua remaja itu mengalami luka di bagian wajah. Tak sampai disitu, korban pun digunduli oleh para tersangka dan disuruh untuk berkelahi.

“Sampai di sana dianiaya. Setelah dianiaya kemudian korban disuruh bekelahi. Kemudian dianiaya kembali sampai malam. Mereka (korban) dijemput siang, lalu dipulangkan malam,” kata Agung sebagaimana dilansir Merdeka.

“Bahkan aksi penganiayaan itu disaksikan langsung oleh orang tuanya,” kata Agung.
Atas perbuatannya Habib Bahar dan lima orang suruhannya disangkakan 4 pasal sekaligus. Yakni Pasal 170, 351, 333 KUHP dan Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak.
“Saat ini Bahar sudah ditahan di Polda Jabar dan 5 lainnya ditahan di Polres Bogor,” pungkasnya.

Video penganiayaan viral
Aksi penganiayaan tersebut sempat viral di media sosial. Habib Bahar alias BS sampai sempat meminta kepada para pengikutnya untuk menghapus video tersebut.

“Setelah kejadian penganiayaan, terdapat rekaman video yang beredar berisi interogasi BS kepada dua korban yang kondisinya sudah luka,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Barat Komisaris Besar Iksantyo Bagus di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Rabu (19/12).

Youtube

Bahar, lanjut Iksantyo, memerintahkan kepada komunitas komunitas pecinta BS (PHB) se-Indonesia untuk menghapus video yang viral.

Baca juga  Facebook kena denda 10 juta euro

“Namun ternyata sudah terlanjur beredar luas,” kata Iksantyo

Menurut dia, video tersebut beredar luas di media sosial. Video itu sebagaimana dilansir CNN Indonesia, diunggah dengan judul ‘Viral! Habib Palsu Mengaku BS’.
Video tersebut berisi interogasi orang yang diduga Bahar kepada kedua orang yang sudah dalam keadaan terluka tentang mengapa mereka mengaku menjadi habib.

Usai penahanan Bahar, polisi sempat memaparkan tangkapan layar dari video tersebut. Dari beberapa potongan tayangan terlihat aksi Bahar terhadap dua anak mulai dari pemukulan hingga penendangan.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Bahar bin Smith bersama lima orang suruhannya sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan. Bahar pun langsung ditahan usai diperiksa di Polda Jabar, Selasa (19/12).

Polisi menjerat penceramah asal Manado itu dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2) dan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here