Waspadai cuaca ekstrem jelang Natal, begini penjelasan BMKG

SOLORAYA.COM – Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem jelang Libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, khususnya pada 20-22 Desember 2018. Imbauan itu disampaikan Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) melalui Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo.

Periode cuaca ekstrem itu kata Mulyono, diperkirakan akan terjadi hujan lebat di beberapa wilayah. Kondisi tersebut dipicu oleh penguatan aliran udara dingin dari Asia yang berinteraksi dengan area pertemuan angin di sekitar Sumatera bagian Selatan hingga Jawa bagian barat. Akibatnya, potensi hujan lebat akan terjadi di wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Ilustrasi. (Pixabay)

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” tutur Mulyono di kantor BMKG, Jakarta, (17/12/2018).

Baca juga  SKCK Syarat Capres Prabowo Dipersoalkan

Untuk kondisi cuaca saat libur Natal pada 23-25 Desember 2018, diperikirakan curah hujan di wilayah Indonesia mengalami sedikit penurunan. Mulyono mengatakan pada periode itu sebagian besar wilayah Indonesia cenderung berawan, hujan ringan. Namun potensi hujan lebat dapat terjadi di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara dan Papua.

“Menjelang tahun baru khususnya periode 26 Desember 2018 sampai 3 Januari 2019, suplai uap air di wilayah Indonesia relatif berkurang, sehingga tutupan awan menjadi minimal di wilayah Indonesia bagian Barat,” kata Mulyono.

BMKG juga menyoroti potensi peningkatan arus masyarakat yang melakukan perjalanan dan wisata. Masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga  Gempa 4,8 M guncang Tasikmalaya, getarannya sampai Garut dan Ciamis

Sedangkan untuk jalur udara, masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin bepergian menggunakan pesawat.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, BMKG telah siap diseluruh bandar udara di wilayah Indonesia untuk menginformasikan kondisi cuaca dan saat terbang kepada seluruh maskapai baik domestik maupun internasional,” tutur Mulyono.

Berdasarkan pantauan hingga 1 Desember 2018, BMKG menyatakan bahwa 77,4 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus mendapatkan kabar terbaru mengenai kondisi cuaca melalui call center BMKG 021-6546315/18, situs https://www.bmkg.go.id, dan akun twitter resmi BMKG @infobmkg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here