10 Foto banjir di Semarang yang viral di media sosial

SOLORAYA.COM – Hujan deras yang mengguyur kawasan Kaligawe dan Terboyo, Kota Semarang pada Minggu (2/12/2018) menyebabkan jalanan tergenang cukup tinggi sehingga arus lalu lintas macet parah. Selain karena hujan deras, banjir di kawasan tersebut karena belum selesainya proyek normalisasi Sungai Sringin dan Tenggang.

Meski pembangunan bendungan di hilir kedua sungai sudah selesai, tapi pompa yang digunakan untuk menyedot air dari darat ke laut belum maksimal beroperasi.

Hujan badai melanda Kota Semarang juga mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor tak berani melintas. Mereka memilih berhenti di tempat aman sembari menunggu cuaca membaik sebelum melanjutkan perjalanan.

VivaNews melaporkan, luapan air hujan yang cukup tinggi merendam sejumlah jalanan seperti di Jalan Hasauddin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan Gajah Mada, Jalan Pandaaran hingga kawasan pusat kota Simpang Lima. Angin kencang bahkan sempat membuat sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi seperti di Gedung Parkir Jalan Pandanaran dan Jalan Piere Tendean.

Ketinggian air terpantau bervariasi dari mulai mata kaki orang dewasa hingga lebih dari setengah meter. Di sejumlah titik, banjir tampak membuat para pemotor hingga mobil yang terjebak macet dan kesulitan menyusuri jalanan.

Baca juga  Begini kronologi kecelakaan yang menewaskan NH Dini

Seperti halnya luapan air kawasan Jalan Imam Bonjol. Ketinggian air disertai lebatnya hujan lebat dan angin kencang membuat membuat kendaraan-kendaraan bermotor, terutama sepeda motor, mogok karena ketinggian air mencapai di atas roda.

Tak hanya di wilayah Semarang bagian bawah atau pusat kota, luapan air juga terjadi di Semarang atas atau wilayah Jalan Taman Siswa di kawasan kampus Unnes, Kecamatan Gunungpati. Banjir cukup besar saat hujan lebat bahkan sempat diabadikan warga dan diunggah di media sosial.

Selain mengganggu aktivitas warga di jalanan, genangan air juga menerjang wilayah parkir Stasiun Tawang dan Poncol. Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto, menyatakan genangan air di Tawang antara 2-3 sentimeter. Meski tak mengganggu jadwal perjalanan kereta, PT KAI juga memohon maaf atas ketidaknyamanan penumpang.

Di wilayah jalan Pantura Kaligawe Semarang, genangan luapan air laut atau rob bahkan telah menerjang sejak Minggu kemarin. Banjir air rob bahkan mencapai setinggi lutut orang dewasa serta membuat kendaraan di jalanan nasional Pantura itu macet parah.

Baca juga  Ini Pernyataan Khabib Nurmagomedov yang siap maafkan Conor McGregor

Sebelum dilanjut, mari kita lihat dulu video-video berikut ini:

Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kota Semarang, Iis Widya Harmoko, di awal Desember ini Semarang memasuki musim hujan. Intensitas curah hujannya diperkirakan 100-200 milimeter sampai akhir bulan.

Puncak hujan bakal muncul pada Januari 2019. BMKG memperkirakan musim hujan akan terus berlangsung sampai April 2019.

“Di Januari curah hujannya meninggi sampai 300-400 milimeter. Kami mengimbau kepada warga supaya mewaspadai genangan-genangan banjir di beberapa titik. Kalau drainase di Semarang bawah banyak yang tersumbat, maka wilayah itu berpotensi kebanjiran,” ujarnya.

Berikut ini foto-foto lengkap banjir yang melanda Kota Semarang yang beredar viral di dunia maya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here