Kompleks Penjagalan Anjing Terbesar Ditutup

SOLORAYA.COM – Kompleks penjagalan anjing terbesar di Kota Seongnam, Korea Selatan ditutup pada Kamis (22/11/2018). Penutupan itu dilakukan pejabat setempat menyusul dorongan dari kelompok pecinta satwa untuk menghentikan aktivitas mengonsumsi daging anjing atau guk guk.

Kompleks penjagalan anjing tersebut bernama Taepyeong-dong, di mana terdapat enam rumah pemotongan hewan yang dapat menampung ratusan ekor sekaligus. Fasilitas itu merupakan pemasok utama daging anjing ke penjuru Korea.

Fasilitas Taepyeong-dong kata pejabat kota setempat, akan dibersihkan dalam beberapa hari lalu fungsinya diubah menjadi taman umum. Tempat ini sudah beroperasi selama puluhan tahun. Setelah melalui proses hukum bertahun-tahun, pengadilan Seoul memutuskan dewan kota berhak menghentikan bisnis ini.

Baca juga  Pemenang "Indonesian Sport Award 2018", ini daftar selengkapnya!

Kalangan pencintan satwa mengecam para pengelola rumah jagal karena memperlakukan anjing dengan buruk serta membunuh mereka dengan kejam, termasuk menyetrum sebelum memotong mereka di hadapan anjing lainnya.

Aktivis dari Humane Society International Amerika Serikat menemukan peralatan listrik dan tumpukan bangkai anjing yang ditinggalkan begitu saja di lantai.

“Ini adalah momen bersejara. Ini akan membuka pintu menuju penutupan lebih banyak rumah pemotongan anjing di seluruh negeri serta mempercepat penurunan industri daging anjing secara keseluruhan,” ujar organisasi hak-hak hewan Korea, KARA.

Dikutip dari AFP, sekitar 1 juta anjing dipotong untuk dikonsumsi dagingnya di Korsel. Di musim panas, daging anjing dikonsumsi sebagai makanan ringan. Selain itu daging anjing juga dikonsumsi karena diyakini bisa meningkatkan energi.

Baca juga  Begini penjelasan Telkomsel terkait jaringan internetnya yang lumpuh di Sumatera

Namun, tradisi ini memicu kecaman dari aktivitas penyayang binatang lokal maupun internasional. Di saat bersamaan, pemerintah mulai mengampanyekan untuk menjadikan anjing sebagai hewan peliharaan ketimbang diternak.

Menurut survei tahun lalu, 70 persen warga Korea Selatan sudah tidak mengonsumsi daging anjing lagi. Sementara sekitar 40 persen warga percaya bahwa praktik memakan anjing harus dilarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here