Kilas balik tragedi jatuhnya Lion Air PK-LQP dan daftar lengkap identitas korban-korbannya

SOLORAYA.COM – Setelah dilaporkan hilang kontak, pesawat Lion Air JT-610 tipe Boeing 737 Max 8 bernomor registrasi PK-LQP jatuh di perairan Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 lalu. Berikut ini kilas balik detik-detik jatuhnya pesawat tersebut hingga teridentifikasinya para korban yang kami kutip dari beberapa sumber.


Lepas landas dari Bandara Soetta

Peristiwa ini berawal saat pesawat yang mengangkut 189 orang yang terdiri 181 penumpang dan delapan awak kapal tersebut berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang.

Beberapa menit setelah lepas landas, pesawat kemudian terjatuh.

Komite Nasional Keselamatan Transpotrasi (KNKT) dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR dan Kementerian Perhubungan, Kamis (22/11/2018), menyimpulkan kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 bukan disebabkan oleh kerusakan.

Berdasarkan penyelidikan, kata Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, pesawat tidak mengalami kerusakan atau bermasalah sebelum jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Itu berdasarkan analisa atas parameter mesin yang direkam Flight Data Recorder (FDR) milik Lion Air PK-LQP.

“Kami bisa simpulkan bahwa mesin tidak menjadi kendala dalam penerbangan ini,” tutur Nurcahyo.

Nurcahyo menjelaskan, parameter mesin bagian kanan dan kiri milik Lion Air PK-LQP hampir seluruhnya menunjukkan angka yang konsisten. Hal itu terlihat dari grafik dalam FDR yang diunduh KNKT.

Meski mesin tak bermasalah, kata Nurcahyo, ada perbedaan penunjuk kecepatan antara pilot dan co-pilot sejak awal pesawat bergerak saat lepas landas di Bandara Soekarno-Hatta. Hal itu terlihat dari indikator angle of attack (AOA) sisi kiri dan kanan pesawat Lion Air PK-LQP yang berbeda sejak awal bergerak.

“Indikator yang kanan lebih tinggi daripada yang kiri. Kemudian pesawat mulai bergerak, kecepatan mulai naik, kemudian kecepatan berpisah. Jadi antara kiri dan kanan tidak sama,” ujarnya.

Pada saat menjelang terbang, Nurcahyo menuturkan pesawat Lion Air PK-LQP juga mengalami stick shaker atau kemudi pada pilot bergetar. Hal ini merupakan indikasi bahwa pesawat akan mengalami kehilangan daya angkat.

“Kemudian pesawat tetap terus terbang, kemudian sempat turun sedikit, kemudian naik lagi dan kira-kira berada di ketinggian 5.000 ribu kaki,” terang Nurcahyo.

Saat kondisi pesawat di atas ketinggian 5.000 kaki, kata Nurcahyo, Automatic Trim Down atau Manuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) secara otomatis menggerakkan hidung pesawat untuk turun. Ia berkata, MCAS merespons karena pesawat akan kehilangan daya angkat lantaran terjadi perbedaan pada AOA.

Namun, kata Nurcahyo, pergerakan otomatis MCAS dilawan oleh pilot hingga ‘akhir’ penerbangan. Ia berkata pilot melakukan trim up saat pesawat trim down.

“Tercatat di akhir penerbangan Automatic Trimnya bertambah namun trim dari pilotnya durasinya semakin pendek. Akhirnya jumlah trimnya mengecil, jumlah beban di kemudi makin berat dan pesawat turun,” ujarnya sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Dalam penerbangan Lion Air PK-LQP dari Bali menuju Jakarta malam sebelumnya, kondisi pesawat menurut Nurcahyo, memiliki kendala yang sama dengan yang terjadi saat penerbangan dari Jakarta menuju Pangkalpinang.

Baca juga  Netizen: Apakah Ini Monumen Bambu “AYAT MAYAT” Pesanan Anies Baswedan?

Hal itu terlihat dari perbedaan AOA dan kecepatan pada sisi kiri dan kanan pesawat Lion Air PK-LQP. Ia juga menyebut penerbangan sebelumnya juga terjadi stick shaker menjelang lepas landas.

Namun, kondisi MCAS pada penerbangan dari Bali-Jakarta tidak terjadi hingga mendarat di Bandara Soetta karena sempat dilawan oleh pilot.

“Jadi ada sesuatu yang dilakukan oleh pilotnya untuk menghentikan MCAS,” ujar Nurcahyo.

Terkait dengan munculnya pergerakan MCAS itu, pihaknya menduga karena ada empat kesalahan atau kegagalan sistem yang terjadi dalam satu waktu. Namun pilot melakukan prosedur pertama dalam empat prosedur yang mesti dilakukan, yakni mematikan stabilizer trim guna menghentikan pergerakan MCAS.

“Dan pilot harus melakukan empat prosedur. Namun demikian pilot melakukan prosedur yang pertama, yaitu mematikan stabilizer trim sehingga MCAS tidak lagi bergerak,” ujarnya.

Daftar korban yang teridentifikasi

Tabur Bunga di Perairan Tanjung Karawang bersama para keluarga korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT610. (Twitter/KNKT)

Setelah hampir sebulan, Tim Disaster Victim Identification alias DVI Mabes Polri akhirnya resmi menghentikan proses identifikasi para korban penumpang pesawat tersebut. Dari 189 penumpang yang tercatat di manifest penerbangan, DVI berhasil mengidentifikasi 125 korban.

Jumlah itu dipastikan setelah DVI kembali mengidentifikasi 16 orang korban pesawat nahas tersebut.

“Selama operasi identifikasi dilaksanakan 29 Oktober sampai 23 November terhadap kantung jenazah korban Lion Air JT-610 yang diterima, teridentifikasi sebanyak 125 penumpang,” tutur Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur Tampi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Adapun korban yang teridentifikasi itu terdiri dari 89 laki-laki dan 36 perempuan. Dari kewarganegaraan, sebanyak 123 korban teridentifikasi merupakan Warga Negara Indonesia. Sisanya, dua orang warga negara asing dari Italia dan India.

Setelah identifikasi dihentikan, kata Arthur, pihaknya akan menyerahkan data korban kepada pihak Lion Air untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

“Tentunya pada kesempatan yang baik ini kami ucapkan terima kasih kepada para stakeholder dan semua pihak yang beri kontribusi selama kami melakukan identifikasi,” terang Arthur.

“Dan dengan mengucapkan puji syukur, seluruh tahapan operasi DVI terhadap kecelakaan pesawat Lion Air resmi saya nyatakan berakhir,” imbuh dia.

Berikut total 125 korban Lion Air PK-LQP yang berhasil diidentifikasi sebagaimana yang kami kutip dari DetikNews:

1. Janu Daryoko (laki-laki)
2. RR Savitri Wulurastuti (wanita)
3. Xherdan Fachridzi (laki-laki)
4. Emma Ratna Puri (wanita)
5. Sastiarta (laki-laki)
6. Ahmad Mughni HS (laki-laki)
7. Tami Julian (laki-laki)
8. Hardy (laki-laki)
9. Muhammad Safi’i (laki-laki)
10. Naqiya Azmi (wanita)
11. Maria Ulfah (wanita)
12. Robert Susanto (laki-laki)
13. Nikki Bagus Santoso (laki-laki)
14. Shella (wanita)
15. Zuiva Puspita Ningrum (wanita).
16. Adonia M Bongkal (laki-laki)
17. Alfiani Hidayatul Solikah (wanita)
18. Shandy Johan Ramadhan (laki-laki)
19. Deryl Fida Febrianto (laki-laki)
20. Firmansyah Akbar (laki-laki)
21. Rivandi Pranata (laki-laki)
22. Joyo Nuroso (laki-laki)
23. Darwin Harianto (laki-laki)
24. Fendi Christanto (laki-laki)
25. Ambo Malibone HM (laki-laki)
26. Capt Muas Efendi (laki-laki)
27. Murdiman (laki-laki)
28. Kyara Aurine Daniendra Giwitri (balita, wanita).
29. Tri Haszka Hafidzi (laki-laki)
30. Inayah Fatma Kurnia Dewi (wanita)
31. Hesti Nuraini (wanita)
32. Junior Pribadi (laki-laki)
33. Mery Yulyanda (wanita)
34. Yunita (wanita)
35. Daryanto (laki-laki)
36. Arif Yustian (laki-laki)
37. Denny Maulana (laki-laki)
38. Shintia Melina (wanita)
39. Tan Toni (laki-laki)
40. Indra Bayu Aji (laki-laki)
41. Linda (wanita)
42. Filzaladi (laki-laki)
43. Ary Budiastuti (wanita)
44. Wendy (laki-laki)
45. Hasnawati (wanita)
46. Dolar (laki-laki)
47. Abdul Efendi (laki-laki)
48. Hedy (laki-laki)
49. Kasan (laki-laki)
50. Rafezza Wijaya (bayi laki-laki)
51. Radika Wijaya (laki-laki)
52. Sekar Maulana (laki-laki)
53. Rio Ananda Pratama (laki-laki)
54. Eling Sutikno (laki-laki)
55. Sahabudin (laki-laki)
56. Daniel Suharjani Jaya (laki-laki)
57. Cosa Riyanda Sohab (laki-laki)
58. Martono (laki-laki)
59. Rebagus Nurwito Desi Putra (laki-laki)
60. Imam Riyanto (laki-laki)
61. Tesa Kautsar (laki-laki)
62. Wahyu Aldila (laki-laki)
63. Mawar Serjati (wanita)
64. Herjuno Dartito (laki-laki)
65. Mack Stanly (laki-laki)
66. Ubaidilah Salabi (laki-laki)
67. Ibnu Hajar Riyandi Hantoro (laki-laki)
68. Mattew Darryl Pongkal (laki-laki)
69. Ariawan Komardi (laki-laki)
70. Paul Ferdinand Ayorbaba (laki-laki)
71. Nurul Dyah Ayu Shitaresmi (wanita)
72. Dony (laki-laki).
73. Rudolf Petrous Sayers (laki-laki)
74. Eka Suganda (laki-laki)
75. Fifi Hajanto (wanita)
76. Hendra (laki-laki)
77. Dede Anggraini (wanita)
78. Vera Junita (wanita)
79. Restia Amelia (wanita)
80. Eryanto (laki-laki)
81. Reni Ariyanti (wanita)
82. Muhammad Ravi Andrian (laki-laki)
83. Niar Ruri Sunarniat Soegiyono (wanita)
84. Sudibyo Onggowardoyo (laki-laki)
85. Mito (laki-laki)
86. Dodi Junaidi (laki-laki)
87. Muhammad Nasir (laki-laki)
88. Janry Efriyanto Sianturi (laki-laki)
89. Karmin (laki-laki)
90. Harwinoko (laki-laki)
91. Verian Utama (laki-laki)
92. Rohmanir Pandi Sagala (laki-laki)
93. Fauzan Azima (laki-laki)
94. Andrea Mafredy (laki-laki)
95. Wahyu Susilo (laki-laki)
96. Endang Sri Bagus Nita (wanita)
97. Chandra Kirana (laki-laki)
98. Monni (wanita)
99. Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki)
100. Jannatun Shintya Dewi (wanita)
101. Khotijah (wanita)
102. Trie Yudha Gautama (laki-laki)
103. Fiona Ayu Zen S (wanita)
104. Puspita Eka Putri (wanita)
105. Achmad Sukron Hadi (laki-laki)
106. Muhammad Luthfi Nurramdhani (laki-laki)
107. Hendra Tanjaya (laki-laki)
108. Muhammad Ikhsan Riyadi (laki-laki)
109. Agil Septian Nugroho (laki-laki)
110. Fais Saleh Harharah (laki-laki)
111. Liu Chandra (laki-laki)
112. Cici Ariska (Wanita)
113. Rumadi Ramadhan (laki-laki)
114. Chandra Hasan (laki-laki)
115. Ervina Kusumawijayanti (wanita)
116. Rangga Adiprana (laki-laki)
117. Putty Fatikah Rani (wanita)
118. Henny Heuw
119. Arfiyandi (laki-laki)
120. Bhavye Suneja, pilot, (laki-laki)
121. Yoga Perdana (laki-laki)
122. Sui Di
123. Dadang (laki-laki)
124. Panky Pradana Sukandar (laki-laki)
125. Sui Khiun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here