Foto-foto persiapan pernikahan super mewah Crazy Rich Surabayan

SOLORAYA.COM – Belakangan ini pasangan asmara, Jusup Maruta Cahyadi dan Clarissa bikin heboh dunia maya. Itu bisa terjadi lantaran tampak super mewahnya rangkaian resepsi dari lamaran hingga foto preweddingnya. Sampai-sampai pasangan ini digadang-gadang sebagai ‘crazy rich Surabayan’.
Viralnya pasangan ini berawal dari foto-foto hingga video acara pertunangan super mewah yang beredar di sosial media.

Jusup dikabarkan melamar Clarissa pada bulan Mei lalu di Macau. Dua bulan kemudian keduanya mengadakan acara pertunangan yang digelar di sebuah hotel bintang lima di Surabaya. Tak hanya keluarga dan kerabat, acara tersebut juga dimeriahkan oleh penyanyi Raisa Andriana.

Melalui akun instagram @jusupclarissawed, terlihat kemewahan dekorasi hingga pakaian yang dikenakan acara lamaran tersebut. Tak lupa, keduanya juga melaksanakan lamaran tradisional yang dilakukan di altar Buddha Gautama dengan penuh khidmat.

Tak cukup sampai di situ, Jusup dan Clarissa juga telah melakukan prewedding di 5 benua mulai dari Asia, Australia, Eropa, Amerika, hingga Afrika. Pernikahan keduanya akan dilaksanakan pada 1 Desember mendatang di Nusa Dua, Bali.

Pada akun instagram tersebut terlihat undangan pernikahan kedua pasangan ini sangat mewah berbentuk kotak musik tiga dimensi. Pasangan asal Sidoarjo ini akan mengundang sebanyak 5000 undangan.

Tamu undangan yang hadir tak diperkenankan memberikan angpao. Sementara itu akan disediakan kamar hotel dan tiket pesawat untuk para tamu serta souvernir berupa koin emas 3,5 dan 10 gram. Tak kalah mewah, akan ada doorprize sebuah mobil jaguar bagi tamu undangan yang beruntung.

Baca juga  "6 Jangan" ketika berkencan

Nah, ini dia foto-fotonya yang dikutip dari akun Instagram @jusupclarissawed:

Dikritik orang terkaya

Salah satu pengusaha nasional yang juga masuk sebagai orang terkaya di Indonesia, Dato Sri Tahir pun ikut angkat bicara mengenai pernikahan tersebut. Tahir sendiri mengatakan bahwa pernikahan mewah itu sudah diketahui oleh kalangan pengusaha, khususnya pengusaha keturunan.

“Pesta besar-besaran, makanan dari 5 benua. Lalu tamu yang VIP semua diabayarain, ini udah gede-gedean, viral di mana-mana. Jadi (infonya) semua tamu dikasih souvenir emas 5 gram, dorprize 5 unit Jaguar,” kata Tahir sebagaimana yang kami kutip dari Detik Rabu (28/11/2018).

Walau begitu, Tahir cukup menyayangkan dengan digelarnya acara pernikahan yang super mewah ini. Sebagai sesama pengusaha, menurut Tahir, seharusnya pernikahan mewah tersebut tidak digelar atau digembar-gemborkan seperti yang dilakukan. Menurutnya, hal itu hanya akan membuat jurang kemiskinan terlihat semakin lebar.

“Pesta pernikahan itu kan bisa disesuaikan, bisa kecil-kecilan. Jangan kita gembor-gembor, kasih emas, hadiah emas, lalu makanan 5 benua, lalu tamu dikasih tiket semua free. Jangan, gitu loh. Ini memeruncing antara orang kaya dan orang miskin. Kita lagi menyelesaikan pengentasan kemiskinan, ini malah melebar jurang kemiskinan,” ujarnya.

Tahir menilai, seharusnya para pengusaha bisa lebih sensitif atau prihatin terhadap kondisi saat ini. Akan lebih baik, menurutnya, agar uang yang digunakan untuk pernikahan mewah tersebut dipakai untuk memberi bantuan kepada yang membutuhkan saat ini.

Baca juga  YESSS... Medali Emas Semakin Bertambah. Kini Indonesia Jauh Di Atas Iran

“Para pengusaha yang kebutuhannya beruntung telah menikmati keramahan, kebaikan, semua fasilitas dari negeri ini, sudah sepatutnya kita kembalikan uang itu. Kalau memang pesta besar-besaran, kenapa nggak, kita lagi ada bencana di Lombok dan Palu, itu serahkan saja,kan lebih anggun, bahwa semua hasil pernikahan saya ini diserahkan ke Lombok dan Palu. Kan lebih anggun,” katanya.

Dia pun mengimbau agar para pengusaha tahu diri dengan apa yang sudah dimilikinya saat ini. Seharusnya, kata Tahir, para pengusaha bisa membantu pemerintah untuk bisa mengurangi jumlah kemiskinan yang ada, bukan justru memperlebar jurang si kaya dan si miskin.

“Kita ini pengusaha, fakta kita itu (keturunan) minoritas, tahu diri lah. Jangan memperlebar jurang kemiskinan dan kekayaan. Sekarang pemerintah sedang berjuang mengurangi kemiskinan, kok Anda malah mempertajam perbedaan ini. Mbok tahu diri, tahu diri itu kita sudah dilindugi hukum diskriminasi. Tapi yang bisa melindugi kita itu bukan hukumnya, tapi perilaku kita yang bisa melindungi kita,”pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here