LBM PWNU DIY Mengeluarkan Fatwa Haram Menonton ILC di tvOne. Ini Kata Karni Ilyas

JAKARTA – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DIY mengeluarkan fatwa haram menonton tayangan ‘Indonesia Lawyers Club’ (ILC) di tvOne.

Ketua LBM PWNU DIY, Fajar, mengatakan, dikeluarkannya fatwa haram itu berangkat dari keresahan masyarakat terhadap tayangan televisi yang provokatif, seperti ILC.

“Akhir-akhir ini ILC menampilkan orang-orang yang sangat berseberangan, sehingga di acara ILC itu nanti terjadi saling bully, saling mencaci, dan sebagainya, baik di medsos maupun di dunia nyata. ILC juga menimbulkan dampak-dampak negatif, seperti membuka aib orang lain, kan jelas dilarang agama. Membicarakan kesalahan orang lain di mana orang lain itu tidak ada di situ,” papar Fajar, belum lama ini.

Lantas, bagaimana respon Karni Ilyas, pembawa acara ILC yang juga Wakil Direktur Utama tvOne terkait fatwa haram tersebut?

Baca juga  Jenguk Ahok, Yenny Wahid: Dia Tetap Bersemangat, Ingin Tetap Berjuang untuk Negeri

“Kita selalu berimbang, selalu dua pihak, tidak ada orang yang kita cemarkan. Kalau koruptor dengan sendirinya tercemar. Kalau orang bener ya nggak pernah kita cemarkan. Kalau hanya melakukan kesalahan, semua media harus mengontrol orang itu,” kata Karni Ilyas, Kamis (16/8).

Lebih jauh, Karni pun membantah pihaknya melakukan provokasi dan pencemaran nama baik seperti yang dituduhkan PWNU DIY.

Dia menegaskan, pihaknya menjalankan tugas jurnalis, yaitu watch dog atau anjing penjaga.

“Jadi menurut saya, tidak ada semua yang dituduhkan, yang mereka sampaikan itu. Malah kalau saya, kenapa selama ini lembaga-lembaga agama malah tidak ada yang mengharamkan tayangan-tayangan takhayul, yang mistik-mistik, atau yang mengarah ke porno. Kok larinya ke ILC,” paparnya.

Baca juga  Sam Aliano Jadi Tersangka, Ini Komentar Nikita Mirzani

“Tapi kita bukan dalam konotasi menghina orang. Tapi kalau dalam kepentingan publik bermasalah, apa boleh buat. Itu adalah tugas wartawan sebagai watch dog, sebagai anjing penjaga. Sebagai wartawan, nggak boleh diam kalau ada lembaga-lembaga resmi, semua yang menyangkut kepentingan publik harus kita kritisi. Kalau nggak benar, itu kita beritain,” tuntasnya, seperti diwaratakan detikcom. Sumber : JITUNEWS.COM

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here