Ini isi debat Ahmad Dhani versus Ngabalin di TV

Debat seru terjadi antara Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin dengan politikus Gerindra Ahmad Dhani di stasiun televisi dalam program Kabar Petang di TvOne, Senin (27/8). Keduanya berdebat mengenai #2019GantiPresiden yang tengah ramai diperbincangkan.

1. Ngabalin sebut #2019GantiPresiden sebagai makar

Deklarasi #2019GantiPresiden yang terjadi di beberapa daerah seperti Surabaya, Riau dan Batam yang berujung pada pembubaran paksa. Menurut Ngabalin, itu adalah tindakan yang tepat. Gerakan tersebut dinilai telah menimbulkan kekacauan keamanan di wilayah tersebut, sehingga gerakan itu dibubarkan pihak polisi. Ia menyebut pembubaran itu sudah sesuai dengan UU yang berlaku.

Ngabalin juga menyoroti gerakan ganti presiden dibalut dengan tablig akbar. “Saya keberatan kalau mendesain itu seperti tablig akbar dengan isinya ada membohongi publik. Anda memfitnah orang dengan mengganti presiden 2019 itu artinya makar. Karena pukul 00.01 Januari 2019 ada upaya pergantian presiden,” kata Ngabalin.

Ini isi debat Ahmad Dhani versus Ngabalin di TV (Foto: Merdeka,com)

2. Pembubaran sebagai bentuk persekusi

Sedangkan Ahmad Dhani menilai pembubaran massa tidak beralasan. Menurut Dhani, gerakan #2019GantiPresiden tidak mengganggu kepentingan publik. Dia tidak terima dengan sekelompok orang yang menolak aksi tersebut dengan kekerasan dan dapat dibilang sebagai bentuk persekusi.

Baca juga  Sandiaga Kirim Surat untuk Temui Jokowi Sejak 9 Agustus

“Keamanan terganggu menurut siapa bang (Ngabalin)? Apa Menko Polhukam pernah berkata kalau keamanan terganggu. Karena hampir semua saya cerita ke media di Surabaya hampir semua yang datang di #2019gantipresiden adalah alumnus 212. Semut aja kita tidak injak. Kalau mengganggu lawan yang lain yah silakan melawan dengan ide yang lain. Jangan tiba-tiba orang yang datang terus diserang, dipukuli di persekusi. Itu kan sudah beda konsepnya, konsep harus dilawan dengan konsep jangan dilawan dengan kekerasan,” terang Dhani.

3. Adu data

Tidak itu saja, Dhani akan terus menggerakkan gerakan #2019GantiPresiden sampai kampanye. Tapi, pihaknya akan memberikan edukasi kepada pendukungnya kenapa harus ganti presiden, jadi tidak hanya sekadar berorasi tanpa ada data yang valid kenapa Jokowi harus diganti. Salah satu terkait data kemiskian.

“Kita tidak hanya berkoar-koar ganti presiden tidak mensosialiasi kenapa ganti presiden. Bukan kampanye negatif, misal kenapa kita ganti presiden. Nomor satu presiden Jokowi gagal, presiden paling gagal menuntaskan kemiskinan dia hanya menurunkan kemiskinan 1,1 persen selama 4 tahun. Sementara presiden lain ada yang 3 persen. sehingga presiden ini paling gagal,” tegasnya.

Baca juga  Bukan di Masjid Istiqlal, Jokowi Pilih Salat Idul Adha di Sini

Tidak terima dengan argumen Dhani, Ngabalin mempertanyakan data yang digunakan Dhani terkait kemiskinan. Presiden Jokowi, menurut Ngabalin tidak pernah anti kritik. Asal kritikan yang dilontarkan berdasarkan data yang bisa dipertanggung jawabkan.

“Kalau menyangkut pemerintah kan presiden berkali-kali bilang saya tidak anti kritik saya bukan orang yang telinga tipis. By data yang disampaikan is oke bisa jadi ini sebagai evaluasi dari pemerintah. Karena sehabat apapun Jokowi dia manusia biasa bukan superman,” jawab Ngabalin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here