From Zero to Hero: Para penyumbang medali emas Indonesia

Perjuangan para atlet Indonesia di Asian Games 2018 patut diacungi jempol. Mereka mampu meraih medali emas melampaui target yang semula 16 medali. Seluruh medali, emas, perak dan perunggu diraih dari berbagai cabang olahraga.

Perjuangan para atlet untuk sukses tidak mudah. Ada perjuangan panjang hingga bisa sukses seperti sekarang. Berikut kisah-kisah para atlet Indonesia dan kini mereka berhasil menyumbang emas seperti ditulis merdeka.com:

1. Atlet paralayang Jafro Megawanto

Sebelum menjadi atlet paralayang, Jafro Megawanto sempat bertugas melipat dan merapikan parasut para atlet. Dari situlah Jafro bertekad menjadi pilot paralayang. Kesempatan itu datang ketika ia akhirnya ikut berlatih di sekolah paralayang, lalu menjadi atlet.

Jafro Megawanto raih emas.

“Hari ini, Jafro Megawanto bahkan meraih lebih dari sekadar mimpi menjadi atlet paralayang. Di venue paralayang di kawasan Gunung Mas Puncak tadi, Jafro meraih medali emas Asian Games 2018 dalam nomor ketepatan mendarat perorangan.”

“Selamat Jafro Megawanto untuk emas ketujuh bagi Indonesia!” kata Jokowi dalam akun Instagramnya.

2. Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan

Eko Yuli Irawan menjadi andalan Tim Indonesia untuk meraih emas di Asian Games 2018. Berawal dari menggembala kambing, Eko menjadi lifter kelas dunia dan berprestasi hingga ajang Olimpiade.

Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan raih emas.

Tak hanya itu saja, Eko berhasil menyumbang emas pertama di cabang olahraga angkat besi di Asian Games 2018. Dia menyumbang medali emas untuk Indonesia dengan melakukan angkatan total 311 kg (snatch 141 dan clean and jerk 170).

Baca juga  Viral nan heboh: Ketika Hanif memeluk Jokowi dan Prabowo...

3. Sepak takraw Lena dan Leni

Si kembar, Lena dan Leni, merupakan dua atlet andalan Indonesia di cabang olahraga sepak takraw pada ajang Asian Games 2018. Lena dan Leni sempat mengalami kendala ekonomi. Ketika sudah lulus dan akan melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas, Lena dan Leni dihadapkan pada permasalahan yang sama: biaya pendidikan. Di sinilah pertama kalinya sepak takraw mengubah jalan hidup si kembar. Meskipun ikut sepak takraw karena “terpaksa”.

Lena dan Leni, si kembar atlet sepak takraw.

“Pengen sekolah sampai SMA jadi ikut sepak takraw, soalnya di SMA itu atlet-atlet takraw digratiskan sekolahnya jadi kami pun ikut. Kebetulan pelatih juga tahu kami ada bakat jadi Alhamdulillah bisa sampai sekarang,” kata Lena.

Lena dan Leni

Namun yang digratiskan hanya iuran, peralatan untuk sekolah dan latihan, para siswa harus punya masing-masing. Lena dan Leni tak kehabisan akal. Beruntung mereka bertetangga dengan pemilik pengepul barang bekas. Jika ada barang bekas yang tidak dapat diolah, biasanya si tetangga membuang barang-barang tersebut di dekat tanggul sungai.

Di sini, Lena dan Leni rela mengais sampah demi mendapat sepatu bekas yang menurut standar mereka masih layak digunakan. Mau tidak mau, suka tidak suka, Lena-Leni harus mempelajari olahraga sepak takraw.

Baca juga  KPK OTT Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo Yang Memvonis Meliana. Karena Perkara Ini...

4. Atlet pencak silat Aji Bangkit Pamungkas

Aji berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia dari nomor tarung putra kelas I 85-90 kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Pesilat aji lolos ke babak final.

Aji Bangkit Pamungkas menang telak 5-0 atas pesilat Singapura, Sheik Ferdous Sheik Alauddin. Setiap jutor memberikan nilai kemenangan bagi Aji, 14-8, 13-9, 17-8, 11-8, dan 20-10.

Berbarengan dengan kesuksesannya meraih kemenangan, Aji mengingat orang tuanya dan ingin memberikan kebahagiaan untuk sosok yang telah membesarkannya itu.

“Lawan dari Singapura sangat kuat, saya merasa kesulitan di awal. Namun, saya terus mengikuti instruksi pelatih. Medali ini untuk masyarakat Indonesia, untuk pencak silat Indonesia, dan masyarakat Lombok agar ada senyuman untuk mereka,” ujar Aji.

“Kemenangan ini, medali ini, bonus untuk orang tua. Saya ingin memberangkatkan orang tua saya untuk pergi haji dan memberikan rumah untuk orang tua saya,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here