Tren, Pakaian Bernuansa Politik di Peragaan Busana

Iklim politik Amerika Serikat (AS) memanas  bersamaan kemunculan Donald Trump ke panggung politik negara tersebut. Calon Presiden –yang kemudian terpilih-dari Partai Republik itu membuat banyak pernyataan politik kontroversial.

Hal tersebut membuat banyak kalangan tidak suka sehingga melakukan demonstrasi besar-besaran. Demikian pula dunia fashion AS ikut serta menyuarakan statement politik melalui karya rancangan busana para desainer yang ditampilkan diatas catwalk.

Banyak brand dan desainer mengeluarkan “pernyataan politik” melalui koleksi rancangan busana mereka. Seperti  desainer Christian Siriano, dan Prabal Gurung hingga label Tome (Ryan Lobo dan Ramon Martin), Public School (Dao-Yi Chow dan Maxwell Osborne dan Calvin Klein.

Prabal Gurung, misalnya, menampilkan peragaan busana yang memamerkan atasan kaus dengan pesan politik yang cukup  kuat pada gelaran peragaan busana musim semi 2017 pada pekan kedua Februari 2017.

praban-gurung

Koleksi Prabal Gurung. (Repro: Kompas)

Pada kaus-kaus polos yang dipakai para model tersebut, Prabal Gurung membuat respon terhadap kebijakan-kebijakan kontroversial Presiden AS, Donald Trump terkait masalah imigran dan pembangunan tembok pembatas dengan Meksiko.

Respon Prabal Gurung terhadap kebijakan Trump yang ingin membangun tembok pembatas AS dengan Meksiko dihadirkan dengan tulisan “BreakDown Wall”. Sedang respon desainer kelahiran Singapura tersebut terhadap kebijakan Trump mengenai pembatasan Imigran yang masuk ke AS muncul dalam tulisan “I am An Immigran”.

Sebagai pendukung Hillary Clinton yang harus kalah dalam pemilihan Presiden AS pada November lalu, Prabal juga memunculkan dukungannya terhadap Hillary dengan menghadirkan pesan “The Futur is Female” , atau tulisan “3million”.

Kaus putih dengan tulisan “The Future is Female” bisa diartikan sebagai sikap politik Gurung yang tetap mendukung Hillary meski yang ia dukung itu kalah. Kemudian kaus hitam bertuliskan “3million” seperti memperlihatkan bahwa Hillary adalah pemenang sebenarnya dari Pilpres AS lalu.

Tulisan “3million” itu dimaksudkan sebagai jumlah suara yang didapat Hillary melebihi suara yang didapat Trump dalam popular vote walaupun kalah dalam pilpres yang menggunakan sistem electoral college.

praban_

Ada pula label Public School yang mendesain topi bertuliskan “Make America New York”.  Tulisan tersebut menjadi respon dari slogan favorit Donald Trump yaitu “Make America Great Again”.

Direktur Kreatif Public School, Dao-Yi Chow mengatakan New York merupakan contoh nyata adanya keberagaman di Amerika karena diwarnai ragam imigran dan budaya.

Pada gelaran Grammy Award 2017 lalu, Princes Joy Villa, seorang penyanyi sekaligus penulis lagu membuat kehebohan. Princes Joy Villa mendatangi event penghargaan musik paling prestisius tersebut dengan mengenakan gaun panjang dengan tulisan “Make America Great Again”.

Tulisan pada busana Princes Joy Villa tersebut merupakan slogan dari Presiden AS, Donald Trump saat berkampanye politik sebelum mengikuti pemilihan Presiden. Pada bagian ekor busana itu, juga tertulis  nama “Trump” dengan ukuran besar berwarna perak berkilau.

Dilansir dari Hollywood Reporter, perancang busana yang dipakai Princes Joy Villa adalah Andre Soriano, perancang busana kelahiran Filipina. Dalam pandangan Andre, gaun yang dipakai Joy Villa menampilkan pesan mengenai cinta.

Hal itu dipertegas dengan tas kecil clutch berbentuk hati dengan warna merah yang dibawa Joy Villa ke perhelatan musisi dunia tersebut. Menurut Andre, kita semua tinggal di planet yang sama. Tetapi saat ini, orang bisa diserang hanya karena mereka memilih Trump sebagai Presiden AS.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: