Busana ready to wear menggunakan bordir kudus

Hingga saat ini, perajin bordir khusus masih mempertahankan teknik bordir lama yaitu membuat kerancang dengan memakai gunting. Teknik kerancang ini digunakan desainer Ariy Arka dan Rudy Chandra untuk menciptakan rancangan busana bordir kudus.

Rancangan-rancangan busana Ariy Arka dan Rudy Chandra tersebut ditampilkan dalam gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 yang baru saja berakhir Minggu lalu. Mereka berdua menampilkan tema rancangan “Savanna Muria”.

Tema ini merujuk pada salah satu ikon Kabupaten Kudus yaitu gunung Muria. Memang kehadiran bordir kudus dalam IFW 2017 adalah hasil kerjasama antara sejumlah desainer ibu kota dengan Pemkab Kudus.

Selain Ariy Arka, dan Rudy Chandra, desainer ibu kota lainnya yang memamerkan rancangan busana dengan  hiasan bordir kudus adalah Defrico Audy serta Ivan Gunawan. Lalu koleksi busana seperti apa yang dihadirkan Ariy Arka dan Rudy Chandra di IFW 2017?

ariy

Karya Ariy Arka. (Repro:Kompas)

Desainer Ariy Arka memang tidak asing dengan bordir. Abee, label fashion yang dimiliki Ariy Arka banyak memperoleh sentuhan bordir. Namun bersentuhan dengan teknik bordir kerancang, baru sekali ini dilakukan Ariy.

Teknik kerancang ini digunakan Ariy untuk mengkreasi motif tumbuhan (fauna) seperti bunga, flamingo, burung dan motif abstrak. Motif-motif fauna ini dikreasi dengan ukuran besar serta warna yang kuat dengan tujuan memperlihatkan hasil teknik kerancang guntingnya.

Proses saling belajar terjadi antara Ariy Arka dan perajin bordir kudus. Jika perajin memberi pelajaran mengenai teknik bordir dengan kerancang, Ariy memberi pemahaman baru tentang pengayaan motif serta material yang berbeda.

Para perajin didorong untuk mengerjakan hal-hal baru untuk menyegarkan bordir  kdimudus dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka ditantang membuat motif di atas material berbeda dari yang selama ini dikerjakan.

rudy-chandra

Karya Rudy Chandra.

“Jadi desainer dan perajin sama-sama belajar,” kata Ariy yang memiliki motif dengan ciri khas berupa ayam jago ini seperti dilansir dari Harian Kompas.

Sedangkan Rudy Chandra memiliki semangat besar membantu perajin bordir kudus dengan mengenalkan bordir yang bisa dibuat menjadi tiga dimensi.

Cara membuat bordir tiga dimensi adalah motif-motif yang sudah ada digunting kemudian ditempel lagi pada panel bahan gaun-gaunnya yang didominasi warna putih, kuning muda, peach, campagne dan putih tulang.

Teknik bordir kerancang juga dihadirkan Rudy Chandra pada rancangan gaun ready to wear-nya yang dipenuhi dengan motif bunga seruni, motif kupu-kupu serta motif ranting.

Rudy Chandra memang seorang perancang gaun dengan ciri khas tampilan yang ringan sehingga bisa fleksibel saat dikenakan. Ia hanya memunculkan bordir dengan warna yang sama dengan bahan baju. Selain itu juga ia hadirkan warna lain yang lembut untuk menonjolkan keberadaan bordir yang dibuat.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: