Dua desainer ibu kota ciptakan adibusana dengan bordir kudus

Gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 yang baru saja selesai dilaksanakan menjadi tempat bagi sejumlah desainer ibu kota untuk mempopulerkan bordir kudus. Rancangan busana dengan bordir kudus mereka hadir dalam sesi peragaan busana yang bertajuk “Savanna Muria”.

Desainer-desainer ibu kota yang terlibat dalam peragaan busana yang menghasilkan rancangan busana bordir kudus adalah Ariy Arka, Defrico Audy, Ivan Gunawan serta Rudy Chandra. Khusus Defrico Audy dan Ivan Gunawan, mereka menghadirkan rancangan busana bordir kudus dalam rupa adibusana.

Defrico Audy menghadirkan wujud adibusana dengan tema bordir kudus berupa kekayaan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang ada  di ekosistem di Gunung Muria, Kudus. Tema flora dimunculkan dalam rupa bordir dengan motif bunga tembakau, bunga cengkeh hingga bunga teratai.

Lalu tema fauna dihadirkan dalam bentuk visual kupu-kupu serta ulat. Bordir flora fauna di Gunung Muria ada di seluruh bagian gauh, rok, jubah serta pada titik titik tertentu pada gaun seperti ujung bawah gaun dan kerah serta lengan.

defrico

Busana adibusana bordir karya Defrico Audy. (Repro: Kompas)

Motif –motif bordir tersebut dibuat dengan ukuran yang besar untuk menonjolkan hasil bordirannya. Sementara untuk warna, Defrico menampilkan palet warna-warna tropis  misalnya orange, hijau, kuning dan degradasi yang diatur jadi harmonisasi warna-warni.

Kehadiran Defrico Audy dalam IFW 2017 dengan memunculkan rancangan busana dengan menggunakan bordir kudus tidak lepas dari kerjasama desainer busana yang pernah mengeksplorasi sulam koto gadang pada IFW 2014 dengan Pemkab Kudus.

Ia pun melakukan kerja bareng dengan perajin bordir kudus yang bagi Defrico Audy.  Bagi pengrajin sendiri, membordir pada semua bagian gaun menjadi pengalaman baru. Audy berinteraksi dengan perajin dengan memberi pelajaran cara membordir baju atau menyambung antarbagian dari baju yang tidak memiliki bagian untuk dijahit.

Interaksi Defrico Audy terbilang cukup intens dengan tidak hanya mengajarkan cara bordir pada gaun namun juga mengenalkan material baru untuk dibordir misalnya  organdi,  serta tile dan tekniknya.

Dalam hal motif-motif baru, Defrico juga memberi pengenalan mengenai motif-motif baru untuk sebut Motif-motif baru tersebut, hadir dengan warna-warna bordir yang lebih bervariasi. Misalnya saja warna daun yang tidak hanya  hijau tua tapi juga bisa berwarna coklat, kuning dan hijau muda.

Atau juga memunculkan gradasi antarwarna yang membuat karya bordir dibuat  jauh lebih hidup.   Bahkan Defrico juga memperkenalkan bordir yang bernuansa tiga dimensi dimana volum bordir yang dibuat seperti bergelombang dan seakan memiliki kelopak jika motif bunga yang dibordir.

Sementara itu, Ivan Gunawan membuat rancangan adibusana dengan memadukan rok gaun yang menggelembung dengan bordir kudus. Bahan motif bordir ada yang dicetak dengan cara digital sehingga memunculkan motif eksklusif

Sedang untuk gaun yang memperoleh sentuhan bordir kudus, mendapat padu padan dengan batu-batuan, kristal serta payet. Sama seperti Defrico Audy, Ivan Gunawan juga berinteraksi dengan intensif terhadap perajin bordir kudus.

Misalnya Ivan meminta perajin membuat motif yang berbeda dari yang sering dibuat perajin  yaitu  motif garis-garis yang dipadukan dengan motif bunga sebagai hiasan sejumlah rancangan gaun malamnya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: