Nasi gandul khas Pati ala Solo ini kaya akan cita rasa

Nasi Gandul merupakan nasi khas Pati. Salah satu kekhasan nasi gandul adalah rasa nasinya yang manis. Lalu bagaimana jika nasi gandul rasa lidah orang Solo atau nasi gandul ala Solo? Mari bertanya kepada Bu Andri, pembuat nasi gandul ala Solo.

Bu Andri memulai usaha nasi gandul ala Solo sejak mengikuti event Solo Great Sale 2016 di mall Premium di Solo, Paragon.  Event Solo Great Sale 2016 berlangsung dari Februari hingga Juni 2016. Di saat mengikuti event tersebut, Bu Andri juga memperkenalkan nasi gandul buatannya itu ke khalayak umum dengan mengikuti beberapa event festival kuliner di Solo.

Misalnya festival kuliner di Benteng Vastenburg,  Solo Grand Mall atau juga di Solo Square. Dimana kekhasan nasi gandul ala Solo buatan Bu Andri ini? Wanita yang punya nama lengkap Riyanti ini mengubah ciri khas nasi gandul yaitu rasa manisnya dengan menghadirkan sedikit rasa asin, meski tetap tidak menghilangkan rasa manis.

“ Tetap kearah manis, saya tambahi asin. Saya agak kurangi gula Jawa dan saya tambahi garam biar tidak terlalu manis,” kata warga Purbayan, Baki, Sukoharjo tersebut kepada Soloraya.com, Minggu (27/11).

Menurut Bu Andri, kalau nasi gandul yang asli (khas Pati), pasti menggunakan kecap. Semakin banyak kecap yang dipakai maka nasi gandul akan makin enak. Namun lidah orang Solo tidak suka kecap. Namun begitu, Bu Andri tetap menggunakan kecap yaitu kecap Pati yang di order dari Semarang.

lapak-nasi-gandul-bu-andri

Lapak nasi gandul Bu Andri di CFD Solo. (Soloraya.com)

“Padahal nasi gandul itu enaknya pakai kecap. Tapi orang Solo ngga suka pakai kecap,” kata wanita 44 tahun tersebut. Diterangkan Bu Andri, disebut nasi gandul karena memang menggunakan banyak sekali rempah-rempah. “Dinamakan nasi gandul karena tidak ikut nasi rawon, lodeh, ataupun gudeg, punya rempah tersendiri,” terang wanita kelahiran Semarang itu.

Jadi, cara membuat nasi gandul ala Solo  yang dilakukan Bu Andri dengan nasi gandul asli dari Pati kurang lebih sama saja yaitu menggunakan aneka rempah, kecuali kunci,  baik untuk jenis bumbu maupun umbi-umbian rempahnya.

Untuk rempah jenis bubuk, Bu Andri menggunakan 14 jenis rempah-rempah seperti kapulaga, pala, jinten, dll. Sedang rempah umbi-umbiannya menggunakan laos, kunyit, dll  yang jumlahnya bisa lebih dari 20 rempah.

Bu Andri memiliki standar memasak nasi gandul sendiri yang sudah istilah yang ia pakai “patenkan”  menyangkut penggunaan air yang harus beraga gram, bawang merah harus sekian gram, demikian juga kemiri  sehingga rasa nasi gandul yang ia buat bisa tetap sama.

Nasi gandul ala Bu Andri juga menggunakan daging sapi. Ia membeli daging sapi yang penyembelihannya dilakukan secara syar’i, yaitu memotong sapi langsung pada pusat nadi di leher sapi sehingga sapi tidak merasa kesakitan.  Selain itu, nasi gandul racikan Bu Andri tidak menggunakan pemanis rasa atau msg (monosodium glutamate).

Bagaimana agar tidak hambar rasanya (ampyang, Jawa)  karena tidak menggunakan msg?Ternyata Bu Andri memasukkan lebih banyak rempah pada nasi gandul bikinannya sehingga kaya akan cita rasa. “Kalau nasi khas Pati, rempah-rempahnya lebih minimalis,” kata Bu Andri.

img-20161127-wa0003

Nasi gandul ala Solo racikan Bu Andri. (Soloraya.com)

Soloraya.com menemui Bu Andri saat menjual nasi gandul ala wong Solo tersebut di gelaran Car Free Day (CFD) Solo, Minggu (27/11). Saat disajikan kepada pembeli, nasi gandul buatan Bu Andri berisi nasi, potongan lauk (daging sapi), yang diguyur dengan kecap dan kuah plus brambang dan bawang goreng.

“Pada saat di meja, sama pembeli masih dikasih jeruk juga. Jadi rasanya bisa manis, pedes tapi hangat,” kata Bu Andri. Untuk satu porsi nasi gandul buatan Bu Andri, dijual dengan harga Rp 15.000,00.

“Ngga mesti. Kadang ramai kadang sepi. Pernah pada saat ada   CFD bareng sama puasa arofah dulu itu cuma laku empat porsi. Tapi pernah juga bisa laku hingga Rp 1 juta.Hari ini juga sudah lumayan,” ungkap Bu Andri tentang respon pembeli.

Tertarik menikmati nasi gandul khas Pati ala lidah wong Solo? Bisa mengunjungi tempat jualan nasi gandul Bu Andri saat CFD Solo yang lokasinya agak ke timur dari taman Sriwedari.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: