Es Kapal Djadoel, kuliner jaman dulu di CFD Solo

Selain sebagai tempat untuk aktifitas olahraga ringan, Car Free Day (CFD) Solo juga dijadikan sebagai tempat untuk berjualan bagi puluhan pedagang yang menjual berbagai macam kuliner baik jenis minuman maupun makanan.

Nah, salah satu minuman yang dijajakan saat CFD Solo pada tiap hari Minggu pagi dari pukul 06.00 hingga 09.00 tersebut adalah Es Kapal Djadoel. Dari penglihatan Soloraya.com, hanya Es Kapal Djadoel ini yang bisa dibilang sebagai kuliner dengan nuansa jaman dulu (jadul) yang kuat.

Menurut penjual Es Kapal Djadoel ini, Paryono, minuman es ini sudah ada sejak tahun 1974, berarti hingga saat ini, keberadaan Es Kapal Djadoel sudah mencapai 42 tahun. Awal mula kehadiran Es Kapal Djadoel dibawa oleh ayah Paryono.

Selanjutnya, seiring berjalannya waktu, saat ayah Paryono mulai menua, Paryono menggantikan pekerjaan ayahnya tersebut. “ Bapak sudah tidak kuat lagi membawa gerobak sebesar ini. Tapi bapak masih sehat di rumah,” cerita orang Klaten itu kepada Soloraya.com, Minggu (27/11).

es-kapal-djadoel-_

Gerobak dagang Es Kapal Djadoel ditengah city walk saat CFD Solo. (Soloraya.com)

Menurut Paryono, disebut Es Kapal Djadoel memang dulunya ayahnya menjual es dengan gerobak dagang yang dibentuk seperti kapal. Jadi ada bentuk lancip di kedua sisi gerobak persis bentuk kapal itu.

“Itulah mengapa disebut es kapal karena dijual dengan gerobak kapal,” kata Paryono. Namun saat ini, gerobak dagang persis kapal tersebut tidak lagi digunakan Paryono untuk berdagang. Sekarang sudah berganti dengan gerobak dagang yang umum, berbentuk persegi panjang.

“Sejak Pak Jokowi jadi wali kota itu, gerobak dagang kapal berubah jadi seperti ini (persegi panjang), disamakan,” cerita Paryono.

es-kapal-djadoel

Gerobak dagang Es kapal djadoel. (Soloraya.com)

Es Kapal Djadoel sendiri memiliki tiga varian yaitu es kapal coklat, es kapal pandan serta es kapal Frambozen. Selain itu dijual pula minuman standard berupa es teh, es jeruk juga teh hangat di gerobak dagang Paryono ini.

Es Kapal Djadoel memiliki bahan utama berupa campuran santan, gula, tape serta es batu yang sudah dihaluskan yang ditaruh di dandang berukuran menengah yang diletakkan di tengah-tengah gerobak. Kalau ingin membuat salah satu varian ini, Paryono dan satu asistennya tinggal mengambil bahan utama tersebut.

Jika pembeli menginginkan es kapal coklat, maka Paryono tinggal mengambil cairan coklat yang sudah ada dibontol untuk dimasukkan ke dalam gelas  yang sudah berisi bahan utama es kapal tadi. Coklat yang didalam botol tersebut berasal dari bubuk coklat dan gula pasir yang dimasak terlebih dahulu.

Kalau pembeli ingin membeli es kapal pandan, berarti bahan utama es kapal yang sudah ada didalam gelas tinggal ditambahi cairan pandan yang berasal dari rebusan pandan dan gula pasir plus  penambah rasa.

s-kapal-djadoel-frambozen

Es Kapal Djadoel Frambozen. (Soloraya.com)

Terakhir, jika pembeli menginginkan es kapal Frambozen, maka bahan  utama es kapal yaitu campuran gula pasir, tapi, santan tadi tinggal ditambahi sirup frambozen dan gula pasir yang dimasak terlebih dahulu mendidih dan tidak boleh encer.

Harga tiga varian Es Kapal Djadoel tersebut adalah Rp 4.000 per gelas dengan tambahan roti. Jika tanpa tambahan roti, harganya hanya Rp 3.000,00 saja. Diakui Paryono, ia sudah berjualan Es KapaL Djadoel sejak pertama kali kemunculan CFD Solo.

“Paling banyak saya bisa jual 300 gelas tiap CFD. Tapi seringnya bisa 250 gelas,” kata Paryono. Jika Anda tertarik untuk menikmati  Es Kapal Djadoel sembari mengikuti CFD Solo, Anda bisa mendatangi gerobak dagang milik Paryono yang berada di city walk timur Sriwedari.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: