Gudeg koyor Miroso Hajjah Sukini, melegenda sejak 1950-an

Warung gudeg yang satu ini sudah berdiri sejak tahun 1950-an. Namanya warung Gudeg Koyor Miroso Hajjah Sukini. Setelah berjalan hingga lebih dari 60 tahun lamanya, tetap laris dan terkenal.

Hingga saat ini, Gudeg Koyor Miroso Hajjah Sukini telah dikelola oleh tiga generasi mulai dari generasi pertama yaitu mbok Iman, kemudian kepada Hj Sukini dan sekarang dikelola anaknya, Sulistiyani.

Menurut Sulistiyani, mbok Iman yang merupakan budhe dari Hj Sukini menjadi orang yang pertama merintis usaha gudeg Koyor Miroso Hajjah Sukini ini. Dengan sabar mbok Iman berjualan gudeg Koyor racikannya itu di sekitar Terminal Tamansari.

Pada saat itu, mbok Iman dibantu ponakannya, Sukini. Lama kelamaan usaha gudeg koyor mbok Iman laris sehingga memiliki banyak pelanggan. Sepeninggal mbok Iman, usaha gudeg koyor tersebut dilanjutkan Sukini.

Namun Sukini memindahkan tempat jualan gudeg koyornya dari sekitar Terminal Tamansari menuju kawasan Pasar Berdikari atau populer disebut (Pasar Raya). Sukini dalam prosesnya mampu membuat laris dagangan gudeg koyornya di tempat baru tersebut.

Sukini tidak menghilangkan koyor sebagai ciri khas gudeg koyor yang dirintis budhenya itu. Pelanggan baru pun makin bertambah baik dari Salatiga maupun dari luar Salatiga. Seiring berjalannya waktu, Sukini memindahkan tempat jualannya dari Pasar Raya ke Pasar Rejosari (pasar sapi).

Hal itu dilakukan Sukini pada tahun 1990. Meski sudah pindah lokasi jualan, tetap saja gudeg koyor yang dijual Sukini tetap laris.

sukini-3

Mbak Lis dan gudeg koyor Miroso Hajjah Sukini. (Jatengpos.co.id)

Gudeg koyor Miroso Hajjah Sukini, melegenda sejak 1950-an

Menurut Sulistyani, sekitar tahun 2012 lalu, karena kawasan Pasar Sapi akan dibangun kembali akibat kebakaran yang terjadi pada tahun 2008 silam, maka warung gudeg Sukini terpaksa memindah tempat jualannya.

Sukini memindahkan tempat jualannya sekitar 30 meter dari tempat jualan semula.Hingga saat ini, tempat itulah yang dijadikan tempat jualan hingga saat ini yang dekat dengan jalan raya Solo_Semarang.

Warung gudeg koyor Miroso yang dikelola Sulistiyani ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00.

Gudeg koyor Miroso Hajjah Sukini menghadirkan cita rasa berbeda. Gudegnya berasal dari buah gori atau nangka muda pilihan. Selain itu, gudeg ini juga diberi pendamping berupa opor dengan bahan daging ayam kampong.

Nah, bahan utamanya atau sebagai gong dari gudeg koyor ini adalah daging koyor yang dihadirkan bersama masakan sambal goring. Daging koyor yang disajikan bersama sambal goreng itu berupa daging muda yang kenyal dan berlemak.

Rata-rata satu hari, Sulistiyani menghabiskan daging koyor mulai 25 Kg hingga 30 Kg. “Alhamdulillah setiap hari jualan biasanya selalu habis,” kata wanita yang dipanggil Mbak Lis itu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: