Roti kolombeng, salah satu roti tradisional yang masih eksis

Selain roti modern yang dibuat dengan aneka cara, bentuk dan rasa, ternyata juga ada roti tradisional yang tentu saja dibuat dengan sederhana.Namanya roti Kolombeng.

Roti Kolombeng ini dibuat dengan tiga bahan utama yuaitu tepung tapioka, telur serta gula pasir. Nah, tiga bahan utama ini dicampur jadi satu menjadi adonan kemudian dituang ke dalam semacam alat cetaknya.

Alat cetak ini bisa mencetak sepuluh roti kolombeng. Saat digunakan, alat cetak roti kolombeng ini langsung dipanggang diatas tungku hingga lima menit. Kemudian tinggal diangkat dan roti kolombeng sudah siap untuk disajikan.

Keberadaan roti kolombeng saat ini masih bertahan di tengah perkembangan roti-roti modern yang begitu mudah dijumpai di warung-warung desa atau kampong.

Roti kolombeng masih dilestarikan oleh sejumlah warga Dusun Diran, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kulonprogo. Sudah sekitar 17 tahun sejumlah warga Dusun Diran, Desa Sidorejo memproduksi roti kolombeng ini.

Salah satu warga Dusun Diran yang masih memproduksi roti kolombeng hingga saat ini adalah Sutikno. Selain Sutikno, masih ada dua orang lagi warga Dusun Diran yang membuat roti kolombeng yaitu ayah dan adik dari Sutikno.

Menurut Sutikno, ayahnya sudah sejak tahun 1998 memproduksi dan memasarkan roti kolombeng. Sementara Sutikno sendiri baru tahun 2009 lalu ikut memproduksi roti kolombeng.

Diakui Sutikno, keberadaan roti kolombeng sudah makin jarang dibuat.Karena itulah, roti tradisional Kulonprogo ini tidak dibuat tiap hari. Saat ini, setiap kali membuat roti hanya 1000 roti yang bisa diproduksi. Padahal sebelumnya bisa 2000-3000 roti tiap hari.

roti-kolombeng

Roti kolombeng. (JIBI Photo)

“Roti kolombeng dulu menjadi biasa digunakan untuk sesaji. Sampai sekarang juga masih digunakan untuk acara tradisi,” kata Sutikno, dilansir dari Harianjogja.com.

Penjualan roti kolombeng dilakukan hingga ke Bantul dan Sleman terutama ke sejumlah pasar tradisional yang berada di dua wilayah tetangga Kulonprogo tersebut.

Selain sampai ke Bantul dan Sleman, penjualan roti Kolombeng juga sampai ke kota Jogja. Namun demikian, sesekali, tetap ada pembeli roti kolombeng yang mendatangi rumah Sutikno untuk membeli secara langsung.

Roti kolombeng ini memiliki rasa yang khas. Selain tentu saja tanpa bahan pemanis ataupun pengawet. Harga per satu roti kolombeng mencapai Rp 1.500,00 hingga Rp 2.000,00.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: