Es salju Pelangi, baru muncul di CFD Sukoharjo langsung disenangi anak-anak

Baru pertama kali muncul di Car Free Day (CFD) Sukoharjo yang diberlangsung di Alun-alun Setya Negara Sukoharjo, keberadaan minuman es ini langsung merebut perhatian warga yang tumpah ruah mengikuti CFD pada Minggu,(5/10).

Hampir seluruh gelas plastik yang ia bawa untuk diisi dengan minuman es salju Pelangi sudah berpindah kepada pembeli. Anak-anak mendominasi pembelian es salju Pelangi  yang dijual Hari Maryanto, warga Desa Ngombakan, Kecamaan Polokarto.

Hari, panggilan pria yang meninggalkanpekerjaan penjual arum manis yang telah dijalani selama 15 tahun ini, “memperkenalkan” keberadaan minumanes salju Pelangi kepada penggemar di Sukoharjo.  Hary mengakui, memang penggemar es salju Pelangi ini paling banyak berasal dari anak-anak.

es-salju-pelangi

Suasana jual beli es salju Pelangi. (Soloraya.com)

Sebelum 1-2 bulan terakhir memperkenalkan es salju Pelangi di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya, Hary sudah “berkompetisi” di tuan rumah es salju Pelangi, di Jawa Timur seperti di Kediri, Trenggalek, Madiun, hingga Surabaya.

Hari menjual es salju Pelangi  dengan memanfaatkan event-event besar yang dibuat pemerintah daerah atau juga pada saat acara besar umat Islam seperti kegiatan haul tokoh/ulama besar yang diadakan di sejumlah daerah di Jawa Timur.

“Kalau di Jawa Timur seperti di Trenggalek, Madiun atau Surabaya, es salju Pelangi sudah banyak penjualnya. Kalau di Sukoharjo atau Solo belum banyak,” kata pria yang sudah memiliki satu anak tersebut.

Dengan ukuran gelas plastik yang medium, Hari menjual  es salju Pelangi seharga Rp 7.000,00. Beberapa peserta CFD tidak jadi membeli es salju Pelangi yang dibuat Hari. Namun puluhan anak-anak mengajhak oarng tuanya mengelilingi gerobak dagang hari untuk membeli es salju Pelangi.

es-salju-pelangi

Bahan untuk membuat es salju Pelangi. (Soloraya.com)

Es salju Pelangi ala Hari Maryanto, ini berisi es batu yang sudah dihaluskan dengan alat khusus yang dibeli Hari dari Surabaya dan dimodifikasi khusus untuk bisa dioperasikan lebih sesuai dengan keadaan. Setelah es batu yang sudah dihaluskan itu masuk ke gelas plastik, berturut-turut  Hari memasukkan bahan-bahan yang umumnya anak-anak sangat menyukainya.

Seperti sirup aneka warna, susu, nata de coco, bahkan meses hingga choco stick coklat. Semua bahany yang berasa manis tersebut tumplek blek diatas gelas dan seakan menjadi toping.

Diakui Hari,  ia memang tidak punya tempat khusus yang bisa digunakan untuk jualan setiap harinya. Hari berjualan es salju Pelangi jika ada even-event besar saja.  Namun sayangnya informasi mengenai event besar di Sukoharjo atau Solo sangat sulit ia dapatkan.

es-salju-pelangi_

Menu es salju Pelangi. (Soloraya.com)

“Saya sudah buka internet aja juga tidak mendapatkan (informasi) adanya event besar,”ungkap Hari.  Menurut Hari, kalau banyak event yang besar dengan banyak penonton, otomatis ia bisa menjual es salju Pelangi  ke masyarakat yang lebih luas.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: