Jadah apolo, makanan tradisional dengan sentuhan modern

Bagi masyarakat Jawa, keberadaan makanan jadah sudah cukup popular. Jadah sering digunakan pada saat keluarga di daerah Jawa menggelar acara pernikahan. Atau pada saat sebuah kampung/dusun hingga desa menyelenggarakan ritual adat.

Sebagai makanan, jadah cukup digemari dan banyak penggemarnya mengingat tekstur makanannya yang empuk dan kenyal dan membuat kenyang saat dimakan. Cara makan bisa langsung dinikmati atau bisa juga dengan digoreng dan dibakar terlebih dahulu.

Nah, dalam perkembangannya, jadah tidak hanya sekedar makanan tradisional tanpa pengembangan dari sentuhan ke-modern-an. Jadah dengan sentuhan modern itu muncul dalam wujud jadah Apolo.

Keberadaan jadah apolo cukup terkenal di kota Solo. Banyak warung makan jenis wedangan (hik) sederhana atau wedangan yang dikemas modern menyajikan jadah apolo sebagai salah satu menu makanannya.

Salah satu warung wedangan dengan konsep modern di kota Solo yang menyajikan jadah apolo adalah wedangan Lawang Djoendjing yang berada di kawasan Kadipiro, Solo atau sekitar satu kilometer arah timur makam Bonoloyo, Solo.

jadah-apolo

Jadah apolo di Lawang Djoendjing. (Soloraya.com)

Di wedangan modern ini, jadah apolo disajikan dengan harga Rp 8.500,00. Setiap Minggu, ada sekitar 20-70 jadah apolo dinikmati pengunjung di wedangan Lawang Djoendjing. Keberadaan jadah apolo menjadi bagian dari 150-an menu makanan yang dimiliki ditempat ini.

Menurut Hironimus Mahayana Priyahita, Manajer Operasional Lawang Djoendjing, jadah apolo dibuat dengan menggunakan dua jadah biasa. Kemudian dua jadah itu dibakar. Jadah bakar yang satu diberi adonan coklat lalu digulung dengan jadah bakar yang kedua. Setelah itu diatas gulungan itu diberi toping berupa coklat dalam rupa meses serta keju dengan maksimal.

Ada pula cara membuat jadah apolo ini yaitu menggunakan dua jadah bakar, gula dan susu kental manis. Cara membuatnya, jadah bakar yang satu diberi olesan gula. Kemudian ditutup dengan jadah satunya.Setelah itu, jadah yang sudah menyatu itu diberi toping susu kental manis.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: