Kembali digelar, Upacara ritual Pulung Lange di Balakan

Memasuki hari terakhir bulan Sura sebagai salah satu bulan Jawa, pengelola makam Ki Ageng Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo kembali menggelar ritual tradisi Pulung Langse. Penyelenggaraan ritual tradisi Pulung Langse ini diselenggarakan pada Minggu (30/10) di sungai Ranjing yang mengalir didekat kompleks makam Ki Ageng Balak.

Ratusan orang dari berbagai daerah berkumpul di sekitar makam Ki Ageng pada Minggu pagi itu. Warga berkumpul tidak hanya untuk melihat upacara tradisi Pulung Langse. Namun juga ingin ngalap berkah dengan cara meminta potongan kain kelambu makam Ki Ageng Balak. Upacara ritual Pulung Langse adalah upacara pergantian langse atau kelambu yang menutupi makam Ki Ageng Balak.

Ritual Pulung Langse menjadi kegiatan rutin tahunan yang dihelat pengelola makam Ki Ageng  Balak bekerjasama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata Dan Kebudayaan (POPK) Sukoharjo.Upacara ritual Pulung Langse dimulai sekitar pukul 06.00 WIB. Diawali dengan pembukaan kelambu lama oleh juru kunci makam. Kelambu lama itu kemudian dibawa ke sungai Ranjing.

Pada saat prosesi membawa langse ke sungai Ranjing ini, disepanjang jalan dari pertigaan jalan menuju Balakan sampai dengan Bangsal Makam dimeriahkan oleh kelompok seni tayub, jathilan.

Kemudian dilakukan proses pencucian terhadap langse tersebut lalu dikeringkan. Proses selanjutnya, pemasangan langse baru pada makam Ki Ageng Balak. Pemasangan langse baru tersebut diiringi kirab gunungan berisi hasil bumi mengelilingi bangsal Kyai Balak. Setelah itu, gunungan tersebut dibagikan kepada warga yang menyaksikan prosesi ritual Pulung Langse.

Sementara itu, langse atau kelambu lama yang sudah kering kemudian digunting dalam ukuran yang kecil-kecil dan dibagikan pada warga yang menginginkannya. Menurut sebagian warga yang mengikuti upacara ritual Pulung Langse ini, mereka ingin ngalap berkah dengan meminta potongan kain kelambu tersebut karena percaya potongan-potongan kain kelambu tersebut membawa kebaikan.

upacara-pulung-langse

Upacara Pulung Langse. (Soloraya.com)

Salah satu warga Karanganyar, Watik, mengaku setiap tahun selalu menyempatkan datang saat upacara Pulung Langse yang dilakukan di akhir bulan suro. “Nyuwun langse buat berkah,”kata Watik.

Watik mengaku percaya bahwa potongan langse atau buah buahan dan hasil bumi yang direbut dari gunungan yang didoakan ditempat tersebut bisa memberikan berkah. Dijelaskan Lilik, selaku ketua panitia ritual atau upacara pulung langse, tradisi ini akan terus dilestarikan sebagai wisata budaya yang dimiliki Kabupaten Sukoharjo.

Selama ini, makam Kyai Balak di Balakan, Desa Mertan,  Kecamatan Bendosari menjadi salah satu tempat tujuan wisata ritual di Sukoharjo. Setiap malam Jum’at, makam Kyai Balak cukup banyak dikunjungi warga masyarakat dari berbagai daerah. Pada saat bulan Sura, makin banyak warga dari berbagai daerah yang mengunjungi dan ngalap berkah ke makam Kyai Balak.

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: