Nasi Pecel Botho, Pelanggannya dari mahasiswa hingga bupati

Nasi pecel menjadi salah satu menu makanan populer di wilayah Soloraya. Penggemar nasi pecel datang dari kalangan muda maupun tua, berasal dari banyak pekerjaan atau profesi. Hal ini dibuktikan oleh warung makan nasi pecel Pak Botho.

Nasi pecel Pak Botho ini berada di jalan raya Sukoharjo-Mulur, tepatnya  ada di seberang jalan SDN Mulur IV. Letaknya yang berada di pinggir jalan raya, membuat pelanggan begitu mudah mendatangi warung pecel yang selalu ramai pengunjung ini.

Pengunjung atau pelanggan warung nasi Pak Botho ini berasal dari banyak kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, PNS, karyawan swasta, polisi, TNI, wartawan, ibu-ibu rumah tangga, bahkan anak-anak.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, juga menjadi pelanggan warung nasi pecel Pak Botho. Orang nomer satu di Sukoharjo itu kadang satu Minggu sekali atau dua Minggu sekali datang ke warung nasi pecel Pak Botho ini bersama istri.

“Kadang sama istrinya. Kadang pas mau selesai warung ajudannya SMS kakak nasi pecelnya masih apa ngga,” cerita Lilik, anak terakhir pasangan Bambang Sumardi-Luginem, pemilik warung nasi pecel Pak Botho kepada Soloraya.com, Selasa (18/10).

nasi-pecel-botho

Lokasi nasi pecel Pak Botho yang selalu ramai pengunjung. (Soloraya.com)

Wah mboten saget ngetung kulo pinten mbendintene sing mriki (wah,saya tidak bisa menghitung berapa pembeli yang datang ke warung nasi pecel Pak Botho),” kata Bu Luginem.

Nggih kadang ramai kadang mboten, Jenenge tiyang dagang. Nek Minggu nggih rodo mendeng,kengeng kangge nyukupi kebutuhan keluargo (ya kadang ramai kadang tidak. Namanya juga orang dagang. Kalau Minggu agak lumayan, bisa digunakan mencukupi keluarga besar Luginem),” kata Bu Luginem lagi.

Setelah mengawali membuka warung nasi pecel Pak Botho bersama suami, Bambang Sumardi, delapan tahun lalu, sang suami meninggal dunia. Bu Luginem kemudian melanjutkan usaha warung nasi pecelnya bersama ke enam anaknya dengan berbagi peran pekerjaan.

Luginem menceritakan, tidak hanya ke enam anaknya saja yang membantu, tapi juga suami atau istri dari anak-anaknya itu juga membantu pekerjaan Luginem.

nasi-pecel-botho_tri

Tri, salah satu anak Bu Luginem yang melayani pelanggan nasi pecel botho. (Soloraya.com)

Ada yang bekerja di rumah untuk memasak, ada yang membantu berbelanja bahan makanan ke pasar Sukoharjo dan juga ada yang membantu berjualan di warung.

Dua anak Luginem yang membantu melayani pelanggan nasi pecel Pak Botho adalah Tri dan Lilik, anak ke empat dan ke enam dari pasangan Luginem-Bambang Sumardi.

Bu Luginem datang ke warung pada pukul satu siang keatas saat warung sudah tidak begitu ramai atau pada saat jam makan siang selesai.

Jadi Tri dan Lilik-lah yang dari pagi mulai pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB bersama-sama melayani pelanggan nasi pecel Pak Botho yang silih berganti datang dan pergi.

Kakak adik ini lebih sering melayani permintaan pelanggan yang menginginkan nasi pecel  sebagai makanan best seller di warung nasi Pak Botho ini.

Ada tiga varian menu nasi pecel yang dijual di warung ini yaitu nasi pecel original (tidak pakai lauk),nasi pecel telur dan nasi pecel ayam. Ada pula pelanggan yang hanya membeli pecelnya saja. Untuk harga nasi pecel saja Rp 6.000,00.

Sedang untuk harga nasi pecel plus telur harganya Rp 9.000,00. Harga nasi pecel tambah ayam dihargai Rp 11.000,00. Sedang untuk harga pecelnya saja, hanya Rp 3.000,00.  Di warung Pak Botho ini, tidak hanya menyediakan nasi pecel, tapi juga nasi oseng dan nasi gudeg.

nasi-pecel-botho_1

Nasi pecel Pak Botho. (Soloraya.com)

Harga nasi oseng dan gudeg ini sama dengan harga nasi pecel. Demikian pula jika dua menu nasi itu ditambahi telur dan ayam, harganya juga sama dengan nasi pecel ditambahi telur atau ayam. Sedang untuk minumannya tersedia teh panas, es teh serta es jeruk. Tak ada kopi di warung nasi pecel yang namanya berasal dari nama karan (nama populer dari Bambang Sumardi ini, Pak Botho).

Harga sejumlah minuman tersebut hanya Rp2000,00 saja. Namun jika pembeli membelinya dengan dibungkus untuk dibawa pulang, harganya naik jadi Rp 3.000,00. Di warung nasi pecel Pak Botho ini juga ada sajian gorengan seperti bakwan, tahu dan tempe yang harganya Rp.500,00 saja.

Jadi jika Anda pecinta kuliner nasi pecel di Soloraya kebetulan membeli nasi pecel plus ayam plus teh panas plus dua bakwan di warung nasi pecel Pak Botho ini, maka harga yangharus dibayar cukup Rp 14.000,00.

Anda bisa menggenapi jadi Rp 15.000,00 dengan menambah dua gorengan lagi.  Popularitas nasi pecel Pak Botho ada pada rasa pedas dari nasi pecelnya. “Biasane sing dipadosi pedese (biasanya yang dicari rasa pedasnya),” kata Bu Luginem.

Jangan khawatir untuk tidak mendapat kursi dan meja untuk menikmati nasi pecel Pak Botho, Bu Luginem dan anak-anaknya sudah menyediakan dua ruang makan cukup lapang untuk pelanggan.

Ruang yang satu ada didekat tempat diraciknya pesanan nasi pecel dan ruang satunya lagi ada di samping luar warung. Anda pecinta nasi pecel, silakan mencoba menikmati nasi pecel Pak Botho yang berada di Jati Balearjo Rt 2 Rw 8, Mulur, Sukoharjo ini atau sekitar 5 kilometer dari perlimaan Sukoharjo.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: