Leker Gajahan, makanan tradisional dijual hingga ke mall premium

Salah satu peserta Bazaar Kuliner “Pesta Rasa” yang dihelat di Hartono Mall, Solobaru pada tanggal 12 hingga 18 Oktober 2016 adalah leker Gajahan.

Usia leker Gajahan ini boleh dibilang sudah cukup tua. Leker Gajahan ini muncul pertama kali tahun 1968 dibuat oleh Fathoni. Di sebut leker Gajahan karena dibuat oleh Fathoni di rumahnya di Gajahan, Pasar Kliwon, Surakarta.

Fathoni menjual  lekernya secara berkeliling dengan dipikul ke beberapa wilayah Solo selatan seperti gading, Kratonan, Sraten, juga Keprabon. Dua tahun lalu, Fathoni meninggal dunia.

Sejak itulah, anak kedua dari Fathoni, Sulistyono melanjutkan usaha leker Gajahan yang sudah dirintis ayahnya. Sulistyono pun menyebut dirinya dengan Fathoni yunior.

img_20161012_140319

Cara memasak leker Gajahan. (Soloraya.com)

Jika pada saat masih dipegang ayahnya, lekker Gajahan baru memiliki varian original untuk isi lekernya. Maka saat ini, Sulistyono mengakui, sudah memiliki sepuluh varian rasa.

“Maksudnya leker rasa original itu ya leker berisi pisang yang dibuat dari bahan yang biasanya digunakan,” kata Sulistyono kepada Soloraya.com pada Rabu (12/10).

Sepuluh varian rasa leker Gajahan itu antara lain leker rasa pisang coklat, pisang coklat keju, pisang coklat susu, ada pula rasa strawberry dan blueberry. Untuk best seller dari leker Gajahan adalah leker pisang coklat dan pisang keju.

“Harga pisang coklat keju mencapai Rp 6.000,00. Harga pisang coklat Rp 5.000,00,” terang Tyo, panggilan Sulistyono. Sedang harga umum dari leker Gajahan untuk satu leker adalah Rp 3.000,00.

Cara pembuatan leker Gajahan yang dilakukan Fathoni dan Sekarang anaknya Sulistyono masih dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan kompor dan wajan berukuran kecil.

img_20161012_140056

Leker pisang coklat keju. (Soloraya.com)

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat leker gajahan adalah tepung terigu dan tepung beras, santan serta gula. Terlebih dahulu, sejumlah bahan tersebut dibersihkan.

Setelah itu, bahan-bahan itu lalu diaduk menggunakan mixer selama 15 menit baru kemudian dimasak pada wajan selama beberapa menit saja. Pada proses memasak di wajan itulah, dimasukkan aneka isi lekernya.

Seperti keju, pisang, aneka buah, dll. “ Isi yang paling sering digunakan adalah pisang raja. Alasannya rasanya paling enak,” ungkap Tyo.  Selain itu,diatas isian aneka buah itu juga ditaburi bubuk manis campuran gula Jawa dan gula pasir.

Meski termasuk makanan tradisional, Tyo cukup berani untuk mempromosikan leker Gajahan ke tempat belanja yang modern.  Tyo telah menyewa tempat di salah satu lantai di Solo Paragon,tempat belanja kelas premium di kota Solo.

“Lumayan. Banyak juga yang beli disana (Solo Paragon). Kalau harganya Rp 4000,00,” kata Tyo.

img_20161012_140118

Leker pisang coklat. (Soloraya.com)

Leker Gajahan juga dijual Tyo dirumahnya di kelurahan Gajahan, Solo. Selain itu, Tyo juga berpromosi sekaligus berjualan leker Gajahan dari bazaar kuliner satu ke bazaar lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: