Wedangan Mbah Loso, wedangan pertama yang ada di Karanganyar dan eksis sampai sekarang

Warung makan sederhana yang kehadirannya pada malam hari (bisa juga di siang hari) yang disebut dengan wedangan di Karanganyar sangatlah banyak jumlahnya. Namun, bagaimana dengan warung wedangan pertama yang muncul di Karanganyar?

Soloraya. com berhasil menjumpai wedangan yang pertama kali muncul di Karanganyar dan masih tetap bertahan (eksis) hingga saat ini. Namanya Wedangan Mbah Loso yang berada di jalan raya RM. Said, Karanganyar.

Tepatnya dipertigaan jembatan Siwaluh, kota Karanganyar yang arah ke kanan menuju Kecamatan Matesih. Jadi sekitar 100 meter dari pertigaan jembatan Siwaluh itu, ambi arah kanan.

Kalau kearah kiri, akan mengarah ke pertigaan Bejen. Jika Anda dari arah barat (Solo), dari Taman Pancasila Karanganyar, terus kea rah timur sekitar satu kilo meter melewati pertigaan jembatan Siwaluh ambil kanan terus aja berjalan sekitar 100 meter kemudian di sisi kanan jalan, sudah terlihat Wedangan Mbah Loso.

img_20161012_211926

Mbah Loso yang tetap setia dengan tempat berjual sejak 1959 silam. (Soloraya.com)

Jika dilihat sekilas, suasana dan menu makanan yang ada di wedangan Mbah Loso sangat merepresentasikan warung wedangan jaman dulu. Suasananya temaram sungguh nyaman untuk dijadikan tempat ngobrol.

Meskipun sering harus mendengar suara kendaraan roda dua atau roda empat yang melintas persis didepan wedangan Mbah Loso. Sedang untuk menu makanannya sama saja, khas wedangan masa dulu walaupun juga ada menu makanan masa kini.

Nah, di wedangan inilah, mbah Wiji atau mbah Loso putri, melayani pelanggan-pelanggannya dari banyak tempat tinggal, tidak hanya dari Soloraya tapi juga luar Soloraya seperti Jakarta, dll.

Seperti nama warung makannya ini, wedangan Mbah Loso, yang menjadi andalan dari wedangan Mbah Loso adalah wedang-nya atau dalam minumannya. Nama minuman yang begitu tersohor adalah teh Mbah Loso.

Sedang untuk makanannya, khusus di wedangan Mbah Loso bisa dikatakan seperti menu wedangan umumnya. Namun di wedangan ini, menu makanannya bisa juga dikatakan lebih sederhana dari wedangan atau warung hik yang ada saat ini.

“Dulu makanannya ya hanya tempe, tahu, lentho,” kata Mbah Wiji kepada Soloraya.com yang menemuinya pada Rabu (11/10). Nah, menu makanan yang dijual di wedangan Mbak Loso ini semuanya adalah makanan titipan dari warga masyarakat di Karanganyar.

img_20161012_205607

Mbah Loso dan pengunjung berbagi tempat jual beli dengan pengunjung. (Soloraya.com)

“Waktu itu orientasinya memang hanya jual minuman saja Sampai sekarang yang jadi andalan memang minumannya yaitu teh panas Mbah Loso,” kata Ismaji, anak ipar dari Mbah Wiji.

Hal menarik lainnya dari wedangan Mbah Loso adalah tempat berjualan Mbah Loso putrid yang wujudnya masih sama dengan pertama kali wedangan Mbah Loso dibuka yaitu pada tahun 1959.

Tempat jualan ini berwujud meja kayu berbentu persegi panjang dengan bagian tengah dibuat lebih kecil ketimbang bagian kiri dan kanan. Pada bagian kanan meja tempat jualan ini, dipasang empat kayu rotan keatas yang berfungsi mengangkat meja agar bisa dipikul.

Diatas meja inilah, Mbah Wiji dengan dibantu anak pertamanya, Surati dan anak ketiganya, menaruh makanan titipan warga mulai dari tahu pong, tahu isi, bakwan, karak, lentho.klepon, onde-onde hingga makanan nasi kucing.

Nah, didekat meja jualan makanan itulah, pembeli bisa duduk-duduk dengan santai sambil menyaksikan Mbah Wiji menyedu teh panas langganan pembeli didepan mereka.

img_20161012_205414

Pelanggan Mbah Loso duduk santai di bagian depan warung. (Soloraya.com)

Bagi yang belum pernah mendatangi wedangan Mbah Loso, wedangan yang sudah berusia 57 tahun ini sudah buka pada pukul 14.00 WIB atau jam dua siang hingga sekitar pukul 22.00 WIB atau sepuluh malam.

Selain bisa menikmati teh Mbah Loso yang nikmat rasanya itu, pengunjung wedangan Mbah Loso juga bisa memesan aneka nasi mulai dari nasi oseng, nasi langi, hingga nasi kucing yang harganya hanya Rp.2000,00 saja.

Sedang harga aneka gorengan sebagai menu pendukung nasi dijual mulai dari harga Rp 500,00 hingga Rp 1.000,00.  Jika di meja tempat jualan yang juga ditempati MBah Loso putri menjadi tempat menyedu teh andalan wedangan ini penuh, pengunjung bisa duduk-duduk santai diluar ruangan tempat Mbah Loso putri bekerja.

Di luar tempat Mbah Loso putri bekerja ini juga sudah disediakan tempat duduk dengan meja makan yang atasnya sudah disediakan aneka makanan yang bisa dinikmati pengunjung.

Jika penuh juga bangku tempat duduknya, pengunjung bisa beringsut ke sisi kanan dari ruang Mbah Loso bekerja dan bisa duduk-duduk dengan lebih leluasa pada sejumlah kursi dan meja tanpa isi makanan.

Jadi pengunjung harus membawa makanan terlebih dahulu untuk duduk di lokasi ini agar tidak wira-wiri mengambil makanan sambil menunggu pesanan teh panas juga es teh buatan Mbah Loso.

Pengunjung wedangan Mbah Loso juga bisa memesan minuman selain teh dan es teh seperti minuman kopi atau campuran kopi dalam sachet.  Untuk hal ini, anak Mbah Loso yang akan menunjukan minuman yang diinginkan pelanggan lalu ia yang membuatnya.

Jadi, jika Anda belum pernah melihat pemilik wedangan pertama di Karanganyar, silakan datang ke wedangan Mbah Loso di Karanganyar. Anda bisa bercengkerama dengan legenda hidup warung wedangan milik Karanganyar yang usianya sudah sekitar 80 tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: