Soto Karang, Kuliner khas Karanganyar kombinasi sop buntut dan kuah soto

Soto Karang. Inilah kuliner khas Karanganyar. Pemilik Soto Karang adalah Heru Hendrayanto, lulusan Fakultas Perikanan UGM. Soto karang memperoleh predikat kuliner khas Karanganyar setelah pada tahun 2011 silam mengikuti pameran kuliner tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Pada saat itu, Soto Karanganyar menjadi satu-satunya kuliner yang mewakili Kabupaten Karanganyar di tingkat Provinsi Jawa Tengah.  Heru terlihat low profile  dengan enggan memberi info terkait berapa banyak pengunjung warung Soto Karang yang berada di sisi utara Alun-alun Karanganyar tersebut untuk setiap harinya yang menikmati Soto Karang.

Heru hanya mengatakan ‘banyak’ saja saat ditanya berapa pengunjung yang memesan Soto Karang setiap harinya.  Heru hanya memberi keterangan pembeli yang datang ada yang dari Karanganyar dan luar Karanganyar seperti Solo dan Jawa Timur. Banyak juga yang datang dari Jakarta bahkan luar negeri.

“Banyak (pembeli Soto Karang). (orang) Bule aja suka Soto Karang. Cocok katanya. Ada guide yang membawa wisatawan terus diajak masuk kesini (warung Soto Karang). Mereka orang Asia dari  Korea, China, Jepang, Perancis, AS, Jerman mereka bilang cocok saya lihat sotonya yang di mangkok habis semua. ‘Bumbunya apa ini kok enak’ itu kalau diartikan ke bahasa Indonesia,” terang Heru saat ditemui  Soloraya.com, Selasa (11/10).

soto-karang_lokasi

Lokasi warung Soto Karang. (Soloraya.com)

Kemunculan Soto Karang berawal dari pemikiran Heru mengenai rasa soto yang awalnya ia jual bersama menu yang lain seperti ayam goreng dan ayam bakar dengan nama warung Raja Jawa  sekitar 6-7 tahun silam.

“Lalu saya gabungkan ide soto yang saya pikirkan dengan ide dari orang tua, dan saudara yang bantu, saya konsepkan jadi satu kuliner (khusus) lama-lama di terima masyarakat di Karanganyar. Malah lebih terkenal Soto Karangnya daripada menu-menu yang lain,” ungkap Heru.

Tentang nama Soto Karang sendiri, Heru mengatakan, ia membuat nama tersebut dari “termenung” terlebih dahulu. Lalu soto buatannya itu diberi nama Soto Karang. Ada sejumlah makna dari penamaan Soto Karang itu.

Pertama nama ‘Karang’ itu mengambil dari nama Karanganyar sebagai tempat dari warung soto Karang ini sendiri. Kedua, nama ‘Karang’ diambl karena kata ‘Karang’ sendiri yang memiliki makna yang baik.  Karang berarti kuat, kokoh, tahan hempasan ombak laut yang begitu besar.

soto-karang_menu-harga-rp-23-ribu

Menu Soto Karang ini harganya Rp 23 ribu. (Soloraya.com)

Mengenai  cara  membuat  menu Soto Karang sendiri diterangkan Heru dengan tambahan permintaan off the record untuk cara pengolahan menu kuliner khas Karanganyar ini.  Jadi, Soto Karang adalah kombinasi menu iga sapi, kuah soto, irisan kentang goreng, dilengkapi taburan sledri, bawang dan brambang goreng.

“Iga sapi dijadikan satu dengan kuah soto. Saya meracik ini kaya sop buntut tapi dengan kuah soto. Penyajiannya memang kaya sop buntut. Cara memasaknya agak berbeda dengan soto biasanya. Tapi konsepnya rahasia,” kata Heru.

Namun Heru melanjutkan memberi keterangan, cara memasaknya penggabungantradisional serta modern dengan menggunakan kompor gas serta arang. Artinya setiap hari, menu Soto Karang menggunakan perapian dari kompor gas dan arang pada saat proses memasak dan penghangatan.

soto-karang

Soto Karang Spesial. (Soloraya.com)

“Untuk menghangatkan sotonya dipakai arang. Tapi kalau butuh cepat, pakai kompor gas. Intinya pakai arang karena lebih enak rasanya,” kata Heru.

Perihal rasa, Heru menerangkan rasa Soto Karang berada di tengah-tengah antara sop buntut dan soto. Banyak pembeli yang menyebutnya sop tapi juga soto.  Untuk menikmati Soto Karang di warung milik Heru siapkan uang Rp 23.000,00 saja.

Perinciannya, satu porsi Soto Karang harganya Rp 16.000,00. Lalu nasinya seharga Rp 4000.00. Kemudian teh panasnya (jika Anda menginginkan minum teh panas) harganya Rp.3000.00.

Harga Rp 23.000,00 tersebut adalah untuk harga Soto Karang Spesial dimana untuk satu porsi Soto Karang, biasanya akan mendapatkan tiga atau empat potong iga sapi. Selain varian spesial juga ada menu Soto Karang yang biasa, yang hanya berisi satu potong iga sapi saja dengan harga Rp 6.500,00.

iga-sapi

Iga sapi didalam Soto Karang. (Soloraya.com)

“Iga sapinya kalau yang buat kita tidak amis. Rahasianya? Itu ada tahap yang berbeda.Tapi rahasia,” ujar Heru. Baiklah.

Satu fakta besar dari Soto Karang ini adalah bahwa Heru baru saja memperoleh surat resmi dari negara mengenai  hak paten dari  Soto Karang sehingga telah menjadi hak kekayaan intelektual (HAKI) miliknya. Anda penyuka kuliner soto yang ingin mendapatkan variasi rasa soto plus sop buntut dan kenyal dan enaknya iga sapi? Mencoba Soto Karang menjadi pilihan yang bisa diwujudkan jadi kenyataan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: