Di warung Bu Warti ini,ada tiga menu bothok pedas spesial

Berangkat dari keinginan memiliki menu berbeda dari warung makan dengan masakan Jawa lainnya, Bu Warti yang sudah 15 tahun  membuka warung masakan Jawa dengan menu yang standar akhirnya membuat menu baru yang belum ada di warung makan sejenis.

Menu baru buatan Bu Warti ini adalah tiga macam bothok pedas special. Untuk menandai menu baru tersebut, Bu Warti memasang MMT baliho ukuran besar didepan warung makannya.

Tulisan yang dibuat di MMT promosi itu adalah Spesial Bothok Pedas lengkap dengan tulisan tiga macam bothok pedas yang dimasak Bu Warti yaitu lele, patin dan ayam.

Tak lupa nama Bu Warti sebagai pemilik warung ditulis dipojok kanan baliho. Baliho besar ini terlihat cukup mencolok di lokasi warung Bu Warti yang berada di selatan  pasar Masaran, Sragen.

bothok-ayam

Bothok ayam pedas ala Bu Warti. (Soloraya.com)

Jika kebetulan Anda sampai di dekat pasar Masaran, maka lokasi warung Bu Warti berada di sisi selatan jalan raya didekat pasar tersebut.

Akses menuju warung Bu Warti sangat gampang kalau dari arah Sragen (timur) saat sampai di sekitar pasar Masaran, tinggal meminggirkan kendaraan saja kearah selatan.

Kalau dari arah selatan (Solo) tentu harus menyeberang kea rah selatan saat sudah berada di dekat arah belokan ke pasar Masaran (kearah utara).

Diakui Bu Warti, baru 1,5 bulan ini, ia dan suaminya, Ari menyajikan tiga menu bothok pedas special ini. Seperti sudah ditulis diatas,kemunculan bothok pedas spesial ini dimaksudkan agar warung makan mereka punya perbedaan dari warung-warung sejenis yang ada di dekat pasar Masaran.

bothok-patin

Bothok patin pedas. (Soloraya.com)

Awalnya warung makan milik Bu Warti ini menyajikan menu makanan standar seperti nasi oseng, nasi sayur lodeh dan sejenisnya. “Waktu itu saya bilang ke suami saya, piye yo pak penake (Bagaimana ya Pak ini enaknya). Akhirnya saya buat menu special bothok pedas ini,” terang Bu Warti kepada Soloraya.com, Senin (10/10).

“ Ya awalnya coba-coba. Sekarang sudah lumayan responnya. Paling banyak laku adalah bothok patin dan ayam. Sehari bisa sampai 70-80 bungkus untuk dua menu bothok pedas itu,” jelas Bu Warti.

Pembeli bothok pedas special ala Bu Warti ini datang dari cukup banyak kalangan seperti sopir angkot, pedagang makanan, pekerja jalan tol, karyawan kantoran, dll. Mereka ada yang langsung makan ditempat ada pula yang membawa pulang bothok pedas special yang ia beli dari Bu Warti.

Untuk harga bothok pedas special ala Bu Warti ini, dihargai Rp 7.000,00 untuk tiga varian menu bothok pedas tersebut. “Itu sudah sesuai harga pasar,” kata Bu Warti.

Cara memasak bothok pedas special ini, diterangkan Bu Warti, awalnya ia menggoreng terlebih dahulu cabe rawit kemudian diuleg dengan tomat serta asem dan gula.

“Ayamnya digoreng setengah matang demikian pula lele dan patinnya juga digoreng,” kata Bu Warti. Kemudian adonan sambal berisi cabe rawit,tomat serta asam gula itu dijadikan satu dengan gorengan ayam, lele dan patin lalu dikukus.

bothok-pedas

Menu bothok patin pedas di warung Bu Warti di Pasar Masaran. (Soloraya.com)

Mengenai kadar pedas dari bothok yang ia buat, diakui Bu Warti, kadar pedas pada bothoknya sebenarnya biasa-biasa saja. Saat disajikan, respon pembeli bermacam-macam.

“Ada yang mengatakan terlalu pedas, kurang pedas atau biasa saja. Ya biasalah namanya juga pembeli, macam-macam orangnya,” kata Bu Warti.

Jika biasanya Anda menikmati bothok dengan varian daun singkong atau dauh mlanding juga tahu, mungkin sudah saatnya untuk mencoba bothok pedas special racikan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: