Sebelum berjualan molen enam rasa di Sukoharjo, Yasbira harus belajar ke Timika Papua dulu

Molen, makanan murah meriah dari bahan tepung ini tidak terlalu sulit dibuat. Apalagi bagi mereka yang suka masak atau jago memasak. Namun, bagi Yasbira, untuk bisa memasak molen,  garis hidup harus membawanya ke Timika, salah satu kabupaten di Provinsi Timika terlebih dahulu sebelum ia menjualnya di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Begini ceritanya, sekitar enam tahun lalu, Saat Yasbira, yang berasal dari pulau Sumatra masih bekerja di  sebuah perusahaan kontraktor di Timika, untuk pertama kalinya ia melihat makanan molen. Pada saat itu, molen yang dilihat Yasbira dibuat seorang pedagang

Dari melihat cara membuat molen tersebut, dan melihat usaha jual molen yang dilakukan seorang pedagang yang kemudian menjadi kenalan Yasbira di Timika itu, lalu Yasbira memutuskan keluar dari pekerjaan di Timika dan berdagang molen di tempat tinggal istrinya, di Pengkol, Nguter.

“Waktu itu saya lihat pedagang molen disana (di Timika). Kok rasanya saya ingin mencobanya juga,” kata Yasbira saat ditemui di Car Free Day (CFD) Sukoharjo di Alun-alun Satya Negara, Sukoharjo, Minggu (9/10).

Mengawali usaha berdagang molen pada enam tahun yang lalu, bukan pekerjaan mudah bagi Yasbira. “Hari pertama saya dagang hanya dapat uang Rp 5.000,00,” kata Yasbira. Namun tahun berganti, diakui Yasbira, ada peningkatan hasil dalam usahanya terus menekuni jualan molen.

molen_6_rasa

Tempat jualan molen enam rasa Jihan Molen. (Soloraya.com)

“Tahun ke dua tahun ketiga makin terlihat peningkatannya (hasil),” kata Yasbira. Hingga saat ini, Yasbira sudah bisa membuat enam varian rasa menu molen termasuk molen pisang, varian molen paling populer.

Enam varian rasa molen kreasi Yasbira ini adalah pisang, keju, coklat, ketela, ketan hitam serta kacang hijau. Khusus untuk molen pisang, ia menggunakan pisang kepok kuning atau juga pisang raja. Yasbira menamai aneka rasa melon kreasinya dengan Aneka Rasa 354 Molen. Usaha masakan molen yang dilakukan Yasbira ia namai Jihan Molen.

Sebenarnya cara memasak molen ala Jihan Molen kurang lebih sama dengan cara memasak molen pada umumnya yaitu dengan menggunakan tepung, gula dan telur serta mentega yang dijadikan satu yang diaduk hingga rata.

Setelah kombinasi sejumlah bahan tadi jadi adonan molen, masih mengalami proses penipisan adonan menggunakan alat penipis molen yang selalu dibawa Yasbira saat jualan. Adonan molen tebal itu, dimasukkan kedalam alat penipis adonan sehingga adonan jadi sangat tipis dan memanjang.

molen-6-rasa

Molen enam rasa ala Jihan Molen. (Soloraya.com)

Saat adonan yang tipis dan memanjang itu masih belum dilepas dari alat penipis, Yasbira mengambil keju, pisang, coklat, kacang hijau dan ketan hitam untuk dijadikan isi adonan molen yang tipis tadi itu.

Setelah sudah jadi bulatan molen berisi sejumlah bahan isian tadi itu, lalu digoreng pada wajan selama beberapa menit.  Simple dan mudah cara membuat molen dengan enam pilihan rasa ala Yasbira.

Penikmat molen bisa membeli satu varian rasa molen buatan Yasbira itu dengan harga Rp 2.000,00 saja. “Lumayan ramai kalau disini (CFD Sukoharjo), “ ungkap Yasbira. Setiap hari, Yasbira bersama istrinya jualan molen aneka rasa (enam pilihan rasa) itu didekat pintu masuk bendongan Colo (Dam Colo) yang berada di Pengkol, Nguter.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: