Renjongan, makanan tradisional enak paduan cenil, utri, thiwul dan ketan

Tempat wisata keluarga Karanganyar,TamanPancasila yang berada di dekat kantor Bupati  Karanganyar ternyata juga menjadi tempat bagi pembuat kuliner tradisional yang disebut Renjongan menghadirkan makanan warisan orang jaman dahulu itu.

Penjual Renjongan di Taman Pancasila adalah Rusmini, warga Gondanggede,Karanganyar yang sudah lebih dari delapan tahun berjualan Renjongan.Setiap hari, Rusmini memperkirakan sekitar 80-an orang membeli Renjongan yang ia buat.

Rusmini menjual satu porsi Renjongan dengan harga Rp.5000,00. Menu Renjongan ini dibungkus pada daun pisang serta koran dan dikencangkan dengan penusuk dari lidi yang disebut jiting pada salah satu sisi bungkusan.

Makanan Renjongan merupakan kombinasi sejumlah makanan dari Singkong dan ketan. Makanan dari singkong yang dibuat Renjongan adalah utri,thiwul serta mawut. Untuk ketannya menggunakan ketan putih serta ketan hitam.

renjongan1

Suasana jual beli Renjongan milik Bu Rusmini. (Soloraya.com)

Selain menggunakan sejumlah makanan singkong dan ketan, Renjongan juga berisi makanan cenil yang terbuat dari pati (tepung) yang dimasak dengan diberi garam diaduk-aduk dengan gula pasir sehingga jadi adonan lalu dibentuk lonjongan mini.

“Butuh usaha luar biasa bagi Rusmini untuk bisa membuat cenil. Saya sering gagal untuk membuat cenil seperti ini walaupun ini belum sesuai dengan yang saya maui,” kata Rusmini kepada Soloraya.com, Rabu (5/10).

Sedang untuk makanan mawut dibuat menggunakan singkong yang terlebih dahulu dikupas, lalu diparut.Singkong hasil parutan itu lalu dibumbui dengan garam dikukus setelah itu ditaburi gula pasir.

renjongan

Bahan makanan tradisional Renjongan dari singkong dan ketan. (Soloraya.com)

Sedang utri dibuat dari singkong kemudian diparut lalu dicampur gula putih dan garam setelah itu dikukus sekitar 30 menit.Kemudian disiapkan daun pisang pembungkus yang ukurannya sekitar 20 cm. Diatas daun itu diolesi adonan gula Jawa (juruh).Olesan adonan gula Jawa itu dibuat sejumlah 4 atau5 titik berjejer.

Lalu adonan singkongyang sudah dikukus tadi diletakkan di atas olesan olesan gula tadi kecil-kecil menyesuaikan luasan daun pisang pembungkus.Setelah itu, diata sadonan itu dipasangi daun pandan kecil.

Sementara kalau thiwul, caram embuatnya, singkong dikeringkan lalu ditumbuk sampai halus kemudian dibumbui dengan gula dan garam serta vanili, diaduk dengan air lalu dikukus seperempat jam.

renjongan-lagi

Kuliner tradisional Renjongan. (Soloraya.com)

Proses selanjutnya, cenil, ketan putih dan ketan hitam, mawut, utri serta thiwul dijadikan satu dalam bungkus daun pisang dankoran. Sebelum dibungkus, diatas adonan renjongan ditaburi juruh dan parutan kelapa secara merata.

Setelah itu lalu dibungkus dengan dengan daun pisang dan koran sebelum dikencangkan dengan potongan lidi di dua sisinya. Maka Renjongan pun siap diberikan kepada pembeli.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: