Mango sticky rice, makanan pencuci mulut unik paduan mangga dan ketan

Jika biasanya desert atau makanan penutup berupa buah, maka yang dilakukan Nancy dengan menu-menu  desert yang diberi nama brand Queen Bee sangat unik. Sebab, Nancy tidak hanya menggunakan buah tapi juga ketan (sticky rice).

Di Queens Bee ada delapan menu desert yang bahannya buah-buahan serta ketan.Yaitu durian dengan ketan (durian sticky rise), mangga dengan ketan (mango sticky rise), pisang (banana sticky rise), jack fruit sticky rise, original sticky rice serta aneka keju ketan.

Salah satu menu desert favorit di Queens Bee, menurut pengakuan Nancy, adalah mango sticky rice (mangga ketan).Menu mango sticky rice ini mengombinasikan mangga dan masakan ketan, saus santan serta wijen.

Untuk mangga yang digunakan, Nancy memilih menggunakan jenis mangga Thailand seperti mangga gadung, mangga madu,mangga harum manis Thailand serta mangga wangi. Saat ditemui di The Park Cullinary Festival, Kamis (29/9), Nancy menggunakan mangga gadung Thailand sebagai kombinasi dari ketan untuk menu Mango sticky rice.

Sedang untuk ketannya menggunakan ketan lokal. Cara memasak ketannya, diterangkan Nancy, setelah dicuci bersih, ketan tidak perlu direndam tapi langsung dikukus selama 30 menit. Lalu dicampur atau diaron dengan santan sampai keluar minyaknya setelah itu dikukus satu jam, baru bisa disajikan.

Penyajian mango sticky rice ala Queen Bee menggunakan mangkok plastic ukuran sedang. Mangga gadung Thailand jadi satu tempat degan ketan yang sudah dimasak hingga tanak(benar-benarmatang) ditambah saus ketan serta wijen.

“Wijen ini untuk menambah wangi makanan,” kata Nancy. Untuk rasanya, menurut Nancy, sangat unik karena mengombinasikan rasa ketan yang legit, rasa manis pada mangga gadung Thailand serta gurihnya saus santan.

mango-sticky-rice_

Mango sticky rice. (Soloraya.com)

Rasa gurih dan lezat pada mangga sticky rice ala Nancy juga diakui salah satu pelangganya, Kartika yang mengatakan, ketannya istimewa, pulen.

“ Enaklah pokoknya (ketannya) ngga bikin neg (di perut) demikian pula mangganya. Kemarin saya bawa Manggo sticky rice ini kemertua saya. Biasanya ngga suka mangga, kemarin saya bawain (mango sticky rice) langsunghabis,” kata Kartika.

Popularitas mango sticky rice buatan Nancy sangat besar.Setiap Minggu, seperti diungkapkan Nancy sendiri, ia mengirim 300 porsi mango sticky rice ini ke Batam dan Singapura.  Selain itu, juga dikirim ke Semarang, karena disana juga ada pelanggannya.

Untuk pelangga didalam kota Solo dan sekitarnya, diakui Nancy, tiap Minggu bisa mencapai 200 porsi mango sticky rice dibeli pelanggan. Setiap Minggu, Nancy menghabiskan 100 kilogram mangga dan satu sak beras ketan sebagai bahan baku mango sticky rice.

mango-sticky-rice

Stand kuliner Queens Bee milik Nancy di The Park Cullinary Festival. (Soloraya.com)

Nancy sudah menjalankan usaha dengan menu mango sticky rice ini selama tiga tahun.Awal mula pembuatan menu mango sticky rice ini, diceritakan Nancy karena ada tawaran dari seorang teman untuk membuat makanan ketan tapi tanpa parutan kelapa untuk orang Thailand yang  sedang berada di Solo.

“Teman saya minta dibikinin menu ketan sama mangga dan disiram saus ketan.Oke, aku trial (coba masak) dia tester (yang mencoba makanan).Ternyata orang Thailand ini suka. Akhirnya mulai jualan sampai sekarang,” kata Nancy.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: