Cara unik memperkenalkan mie Bangka ala Linda, dipasarkan dari bazaar ke bazaar

Sebuah model usaha kuliner menarik dilakukan pelaku usaha yang satu ini, Linda. Cara itu barangkali belum ada yang melakukannya. Linda memasarkan masakan mie ayam racikannya dari bazaar satu ke bazaar lainnya.

Mie ayam Bangka, demikian Linda memberi nama makanan mie ayam yang sejauh ini, selama 3-4 bulan terakhir ia bawa dan pasarkan ke belasan bazaar kuliner di kota Solo dan sekitarnya. Linda membawa brand mie ayam Bangka ke bazaar kuliner yang diselenggarakan pihak pemerintah daerah, sekolah menengah atas juga oleh universitas.

Mengapa Linda memasarkan mie ayam Bangka ini dari bazaar ke bazaar? Linda menerangkan, sudah  punya rencana untuk membuka usaha secara menetap. Namun sebelum itu dilakukan, Linda bersama suaminya, Jhony ingin mempopulerkan mie Bangka ke khalayak luas melalui event festival kuliner yang sering diselenggarakan sejumlah pihak.

“Setiap bulan selalu ikut bazaar. Sering ikut bazaar di UNS, di UMS juga pernah. Di SMA pernah juga. Di Benteng Vastenburg beberapa bulan lalu itu ada festival kuliner kita juga ikut. Nanti bulan Oktober kita mau ikut bazaar lagi, gitu,” terang Linda kepada Soloraya.com saat mengikuti The Park Culinary Festival, Kamis (29/9).

mie-bangka_

Stand Mie Bangka milik Linda di The Park Cullinary Festival. (Soloraya.com)

Diakui Linda, dengan memasarkan mie Bangka dari bazaar ke bazaar, ia juga mendapat pelanggan yang mengikuti kemana Linda mengikuti bazaar. “Biasanya mereka bertanya, ikut bazaar dimana lagi,” cerita Linda.

Mengenai nama mie ayam Bangka yang ia kelola saat ini, Linda menerangkan, dari tempat kelahiran suaminya yang lahir di Bangka. Linda sendiri orang Solo asli. Mereka berdua tinggal di Kartotiyasan, Solo.

Diakui Linda, mie ayam Bangka memiliki perbedaan dengan mie ayam yang dijual secara umum. Perbedaannya ada pada pangsit yang digunakan. “Mienya kenyal enak. Beda sama mie yang lain. Ini pengakuan dari pembeli,” kata Linda mengenai mie Bangka yang ia masak.

Sedang untuk pendamping mie pangsit sama dengan mie ayam umumnya yaitu menggunakan cacahan daging ayam serta sawi.

Linda merancang penjualan mie ayam Bangka miliknya itu dengan cara membuat paket-paket. Ada empat paket mie ayam Bangka yang dirancang Linda. Masing-masing Paket 01 berupa mie ayam+teh/es teh dengan harga Rp 15.000,00.

img-20160929-wa0003

Mie Bangka buatan Linda. (Soloraya.com)

Lalu paket II harganya Rp 19.000,00 berisi mie ayam+pangsit+teh/es teh. Paket 03 ada mie ayam+bakso+teh/es teh Rp 20.000,00 dan paket 04 Mie ayam+bakso+pangsit +teh/es teh. Di akui Linda, respon khalayak terhadap mi Bangka ketika diikutkan bazaar cukup baik.

“Dua hari yang lalu, laku 90 mangkok. Kemarin terjual 70 mangkok. Karena hujan kemarin itu jadi ngga bisa bertambah lagi mi yang terjual,” terang Linda mengenai hasil penjualan mi Bangka yang ia ikutkan di The Park Culinary Festival.

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: