Lima obyek wisata sejarah PG Tasikmadu di Agrowisata Sondokoro

Sejak tahun 2006, Agrowisata Sondokoro merupakan tempat wisata edukasi-sejarah yang merubah wajah PG Tasikmadu lebih menarik. Tempat wisata yang berada di Jalan Mangkunegara, Tasikmadu, Karanganyar ini juga menjadi tempat wisata keluarga sangat populer di Karanganyar.

Dibangun sejak 2005 dan beroperasi setahun setelahnya, Agrowisata Sondokoro juga menghadirkan wisata sejarah mengenai awal mula pendirian pabrik gula (PG) Tasikmadu yang dibangun Kanjeng Gusti Pangeran Adipari Aryo (KGPAA) Mangkunegoro IV.

Berikut  lima peninggalan sejarah PG Tasikmadu yang menjadi obyek wisata di agrowisata Sondokoro.

1.Gedung pabrik gula Tasikmadu

Bisa dibilang gedung PG Tasikmadu merupakan peninggalan sejarah yang masih beroperasi hingga saat ini. Pengunjung agrowisata Sondokoro bisa mengunjungi PG Tasikmadu yang berada di sisi selatan wilayah wisata. Pengunjung bisa masuk ke pabrik untuk melihat-lihat instalasi pengolahan tebu menjadi gula.

bangunan-gedung-pg-tasikmadu

Bangunan gedung-PG Tasikmadu tampak dari depan. (Soloraya.com)

Di dalam pabrik, terdapat instalasi penggilingan tebu menjadi gula yang berukuran luar biasa besar. Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan berton-ton tebu yang siap digiling yang tertata rapi di rel kereta tebu yang siap dimasukkan ke dalam mesin penggilingan.

Ber ton-ton tebu tersebut berada di depan pintu terbuka berukuran besar yang berada di sisi timur pabrik, Melihat banyaknya tebu yang siap digiling tersebut memberi pemandangan yang menarik sehingga patut untuk diabadikan.

Mengunjungi ruangan dalam pabrik gula yag berdiri tahun 1871 ini juga menjadi pemandangan menarik tersendiri dengan melihat para wisatawan dan karyawan pabrik yang lalu lalang dengan urusan mereka masing-masing.

instalasi-penggilingan-tebu-pg-tasikmadu

Salah satu bagian instalasi penggilingan tebu PG Tasikmadu. (Soloraya.com)

Para wisatawan asyik menikmati instalasi-instalasi pabrik gula yang sedemikian besar ukurannya. Sedang para karyawan sibuk dengan urusan masing-masing baik dibawah maupun diatas instalasi.

Setelah memasuki pintu masuk pabrik, di kanan kiri pintu masuk tersebut ada ruang kerja administrasi karyawan pabrik. Pada dinding ruang kantor tersebut dipasang cukup banyak keterangan mengenai sejarah berdirinya pabrik hingga perubahan-perubahan yang terjadi sejak dibangun hingga perkembagan terkini.

Misalnya saja ada prasasti peresmian fasilitas baru PG Tasikmadu pada tahun 1926 yang dilakukan Gusti Kanjeng Ratu Timur dengan menggunakan ejaan saat itu.

2. Monumen mesin giling PG Tasikmadu

Yang dimaksud disini bukan instalasi yang berada didalam pabrik, tapi instalasi penggilingan tebu yang juga dijadikan sebagai wahana wisata yang diberi nama wahana monument mesin giling yang letaknya berada di belakang panggung hiburan.

Instalasi mesin penggilingan tebu yang ditempatkan pernah digunakan untuk memproses penggilingan tebu pada tahun 1926. Berfoto sendiri atau bareng-bareng di wahana ini sangat menarik dengan latar belakang besi-besi instalasi penggilingan yang berukuran besar-besar.

museum-mesin-giling

Monumen mesin giling PG Tasikmadu. (Soloraya.com)

3. Sepor Teboe (kereta tebu)

Dengan membayar tiket sebesar Rp 10 ribu saja, pengunjung agrowisata Sondorokoro bisa menikmati kereta api klasik jaman dulu yang bahan bakarnya berasal dari kayu yang disebut dengan Sepor Teboe.

Pengunjung dapat menikmati sensasi suara kereta api jaman dulu serta melihat tungku pembakaran dan tempat menyimpan kayu bakar yang berada di loko bagian depan selama perjalanan sepoor teboe tersebut mengitari sisi utara area agrowisata PG Tasikmadu.

sepoor-teboe

Sepoor teboe (kereta tebu). (Soloraya.com)

4. Benda peninggalam sejarah PG Tasikmadu

Dengan berada di sisi selatan pintu masuk  area agrowisata Sondokoro sisi utara ke sisi selatan yang berupa pintu berputar manual, terdapat beberapa  kereta yang terkait dengan PG Tasikmadu peninggalan KGPAA Mangkoenegoro IV (1853-1881).

Ada tiga peninggalan KGPAA Mangkoenegoro IV di tempat ini yang juga terletak dipinggir taman dengan rerumputan menghijau serta pohon cemaran berumur ratusan tahun tersebut. Pertama adalah kereta pengantin yang besi-besinya dibentuk  khas kereta pengantin.

Demikian pula dengan keberadaan payung khusus pengantin yang dipasang berdiri dengan gagang yang bersandar di tempat duduk kereta.

Kedua, adalah gerbong kereta (kremoon) yang digunakan KGPAA Mangkoenegoro IV mengunjungi PG Tasikmadu dari istana Mangkunegaran.

peninggalan-mangkoenegaran-iv

Peninggalan Mangkoenegaran IV. (Soloraya.com)

Kremoon ini dibuat tahun 1875. Ketiga adalah bendi yang dibuat tahun 1874 yang juga digunakan Mangkoenegoro IV untuk mengunjungi PG Tasikmadu.

5.Lokomotive “Doon”.

Lokomotive “Doon-Doon” inilah yang digunakan untuk menarik gerbong (kremoon) kereta api yang membawa Mangkoenegoro IV berkunjung ke PG Tasikmadu dari Mangkunegaran sembari raja tersebut melihat-lihat hamparan lahan tebu.

lokomotive-doon

Lokomotive Doon. (Soloraya.com)

Loko yang dibuat tahun 1850 tersebut disebut lokomotif “ Doon “ karena bunyi locomotive ini saat berjalan “doon..doon” yang membuat rakyat yang melihatnya kemudian menyebut locomotive yang dinaiki raja Mangkuengaran yang ke empat itu dengan sebutan ‘Doon’.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: