Shelter PKL Mojosongo, berpotensi jadi pusat kuliner warga 24 jam

Shelter PKL Mojosongo menjadi salah satu pusat jujugan kuliner masyarakat terutama warga Solo utara. Adalah shelter PKL Mojosongo.

Shelter PKL yang diresmikan keberadaannya oleh Walikota Surakarta, FX Hadi Rudiyatmo pada akhir Juli 2015 berada pada lokasi yang amat strategis.

Shelter PKL Mojosongo berada di perempatan besar jalan Jaya Sriwijaya, Mojosongo.  Tepatnya di sisi pojok utara sebelah timur perempatan yang cukup padat arus lalullintasnya. Melihat lokasi, serta cukup banyaknya PKL yang berdagang di shelter ini, potensi untuk menjadi pusat kuliner warga sangat besar.

Sejumlah pedagang yang ditemui Soloraya.com mengatakan aktifitas yang menyangkut makanan atau kuliner ini sudah berjalan sejak subuh hingga hampir dini hari. Atau bisa dikatakan baik pagi hari, siang hingga sore dan malam hari, aktifitas per-kuliner-an warga cukup ramai berlangsung.

Dari Subuh hingga pukul 09.00 WIB, shelter PKL Mojosongo penuh dengan pedagang kuliner mulai dari nasi, sayur, lauk pauk dll yang diserbu pengunjung untuk keperluan sarapan atau makan siang mereka di rumah.

Soloraya.com melihat aktifitas penjual aneka jajanan pasar yang berada di pojok barat-utara masih ramai hingga pukul 10.00 WIB. Lalu pada siang hari hingga sore, warung makan nasi, tahu kupat, soto serta aneka minuman es  juga pedagang buah cukup banyak didatangi masyarakat.

shelter-pkl-mojosongo_

Shelter PKL Mojosongo. (Soloraya.com)

Kemudian dari sore hingga malam hari, angkringan, warung makan nasi, bakso, warung ayam bakar dan ayam goreng dan ikan goreng juga cukup ramai didatangi penikmat kuliner malam.  Soal lokasi, juga cukup mampu untuk membuat shelter PKL Mojosongo jadi tempat jujugan pelepas perut lapar.

Pembeli tinggal parkir di depan shelter-shelter pedagang lalu masuk ke shelter dan memesan makanan dan minuman yang diinginkan.  Cuaca siang hari yang panas karena terik matahari membuat PKL berbagai minuman es mulai dari es campur, es dawet, es kelapa muda di shelter ini didatangi banyak pembeli.

Meski demikian, shelter PKL Mojosongo tidak luput dari sejumlah persoalan. Mulai dari pedagang yang tetap saja keluar dari shelter saat berdagang dan kembali ke tempat dagang semula karena menilai dagangan mereka tidak begitu laku ketimbang sebelum masuk ke shelter.

Selain itu, pedagang mengeluhkan ketiadaan fasilitas air yang tidak pernah bisa digunakan sejak shelter PKL Mojosongo ini diresmikan. Setidaknya itulah pengakuan dari salah satu pedagang kepada Soloraya.com.

shelter-pkl-mojosongo

Aktifitas di salah satu shelter PKL Mojosongo. (Soloraya.com)

“ Sejak diresmikan sampai saat ini airnya ngga pernah bisa digunakan.Pedagang terpaksa harus membawa air dari rumah,” kata pedagang yang pensiunan salah satu dinas di Pemkot Solo tersebut, Jum’at (9/9).

Aneka kuliner khas shelter PKL Mojosongo

Sate ayam

Bubur kacang ijo

Bakso dan Mie Ayam Pangsit

Kare ayam

Soto ayam

Tahu acar

Mie kethoprak

Gado-gado

Lotek

Tahu kupat

Masakan jawa

Aneka buah

Ayam kremes

Jajanan pasar

Es campur

Es degan

Es dawet

Aneka kopi

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: