Great Zimbabwe, saksi sejarah yang terlupakan

Tak banyak yang mengetahui, bahwa di benua afrika ada sebuah bangunan peninggalan kuno, bernama Great Zimbabwe. Great zimbabwe, atau zimbabwe raya adalah reruntuhan kota, yang sebelumnya diketahui merupakan ibukota kerajaan zimbabwe, tentu anda sudah pernah mendengar nama negara ini, tapi bagaimana dengan bangunan bersejarahnya? saya yakin tidak.

Zimbabwe raya mempunyai struktur paling penting, yakni dindingnya yang tinggi mencapai lima meter, bahkan di beberapa bagian mencapai 7 meter lebih, hebatnya dinding ini dibangun tanpa menggunakan semen sama sekali. namun karena usia dan alam, bangunan ini seperti terpecah menjadi beberapa bagian.

Great-Zimbabwe

Di salah satu reruntuhan, terdapat jalan setapak seperti lorong panjang, dengan lantai yang juga terbuat dari batu, dan dinding yang terbuat dari tebing perbukitan, di bagian lain juga terdapat gua, dengan puing-puing bangunan berserakan di dasarnya.

Sayang, tak diketahui pasti apa alasannya sehingga bangunan menyerupai benteng ini ditinggalkan begitu saja. Zimbabwe raya pertama kali ditemukan oleh penjelajah eropa, tepatnya pada abad ke 19, bangunan ini sempat menuai kontroversi yang diakibatkan oleh tekanan politik pemerintah rhoedsia, yang menolak saat dikatakan bahwa orang kulit hitamlah yang membangun kota tersebut.

Great-Zimbabwe-ruins-

Sebagai bangunan bersejarah, zimbabwe raya mempunyai peran penting, sebagai saksi bisu adanya peradaban kuno di afrika, yang tak banyak diketahui, berkat bangunan inilah kemudian muncul sejumlah peneliti, yang ingin mengetahui asal usul bangunan dan mencari tahu suku yang hilang, mengapa mereka meninggalkan bangunan ini, dan apa yang terjadi, sehingga bangunan ini tak diketahui oleh siapapun.

Zimbabwe raya kini sudah ditetapkan sebagai warisan penting afrika, sehingga pemerintah di sana menjadikan areal bangunan ini sebagai monumen nasional. sebuah tulisan populer menyebutkan bahwa, zimbabwe raya dulunya adalah pusat perdagangan, di sini bangsa afrika dan bangsa arab bertemu untuk melakukan jual beli emas. namun ditemukan beberapa artefak khas afrika timur, Persia dan juga cina di reruntuhan bangunan, pertanda bukan bangsa arab saja yang berdagang di areal ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: