Cabe Jamu, tanaman khas petani Paranggupito, Wonogiri

Petani Paranggupito mengandalkan tanaman pangan untuk mencukupi kebutuhan pangan mereka. Selain itu, mereka juga menanam tanaman pendamping untuk mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Tanaman yang banyak ditanam petani Paranggupito  untuk  menunjang penghasilan rumah tangga adalah cabe jamu (cabai). Tanaman cabe yang juga dikenal dengan sebutan cabe Jawa ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Selain itu, dari sisi pengelolaan, bercocok tanam cabe Jawa relatif mudah dilakukan karena tidak membutuhan air yang tinggi, mengingat cabe Jawa mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrim terutama panas di wilayah Paranggupito yang terkenal dengan wilayah yang susah untuk mendapatkan air tersebut.

Alasan ekonomi dan alam inilah yang menjadikan cabe jamu menjadi pilihan petani Paranggupito untuk ditanam di kebun ataupun di ladang. Pada awalnya cabe jamu hanya ditanam warga Desa Gendayakan, Paranggupito.

Namun pada akhirnya, bercocok tanam cabe jamu tidak hanya dilakukan warga Gendayakan saja tapi juga masyarakat di seluruh wilayah Paranggupito.  Cabe jamu termasuk jenis tanaman merambat dengan batang beruas-ruas serta memiliki daun serupa daun sirih.

Cabe jamu banyak ditanami petani Paranggupito didekat bongkahan batu kapur atau juga pohon-pohon di sekitar lahan pertanian. Keberadaan bongkahan batu dan juga pohon besar tersebut bisa menjadi penopang pertumbuhan tanaman yang masuk dalam keluarga rempah-rempah ini.

Pada cabe jamu, nilai ekonominya ada pada buahnya. Buah cabe jamu yang siap panen manakala sudah berwarna oranye (kemerah-merahan) dari warna sebelumnya yaitu hijau. Pada kondisi basah, harga cabe jamu berkisar Rp 20ribu-Rp 35 ribu untuk satu kilogramnya.

Sementara pada saat kondisi kering, satu kilogram cabe jamu bisa dijual dengan harga Rp 70 ribu hingga Rp 120 ribu. Artinya naik berkali-kali lipat dari cabe jamu saat dipanen pada  kondisi basah. Masa panen cabe jamu dilakukan pada musim kemarau.

Dengan situasi musim kemarau di Paranggupito yang selalu kekurangan air untuk keperluan rumah tangga, memanen cabe jamu dengan kondisi kering yang harganya berlipat-lipat lebih tinggi daripada saat kondisi kering ini tentu akan sangat membantu petani Paranggupito.

Cabe Jamu

Cabe Jamu. (Soloraya.com)

Hasil dari jualan cabe jamu tersebut bisa membantu mereka membeli air bersih yang harganya bisa mencapai Rp 200 ribu per tangki.

Sebagai tanaman yang diklaim sebagai tanaman asli Indonesia, cabe jamu pada bagian buahnya bisa dimanfaatkan sebagai obat dan pemberi sensasi rasa pedas pada makanan.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: