3 Rumah unik ini wajib jadi destinasi wisata Anda sebelum tua

Rumahku surgaku, pepatah itu digunakan untuk menggambarkan bahwa rumah adalah tempat yang paling nyaman, tak ada tempat lain seindah rumah, tak peduli seberapa kecil rumah kita, itu adalah tempat ternyaman di dunia. bentuk rumah di setiap negara berbeda, yang dipengaruhi oleh kultur dan kondisi alam.

Lingkungan yang dingin tentu membutuhkan tempat berlindung yang lebih rapat, dibandingkan rumah untuk lingkungan yang hangat. Selain lingkungan, manusia juga memegang peranan penting dalam perancangan desain rumah, biasanya ini terjadi di lingkungan yang lebih modern.

Tapi di beberapa negara, alam jadi inspirasi bagi manusia di sana, sehingga bangunan rumahnya pun lebih membaur dengan alam sekitar, bahkan bahan-bahan yang digunakan juga terbuat dari alam.

The house of stone, fafe, portugal

The house of stone, fafe, portugal

Rumah terunik pertama adalah the house of stone, atau rumah batu yang bisa ditemukan di portugal. Sesuai namanya, rumah ini terbuat dari batu alam yang berukuran raksasa, yang kemudian disusun dan ditambah dengan dinding yang juga terbuat dari batu berukuran lebih kecil.

Untuk sirkulasi udara, dibuat pula beberapa buah jendela. uniknya, perabotan yang ada di dalam rumah ini juga terbuat dari batu. Karena material yang digunakan terbuat dari batu, bangunan ini sepertinya cukup kokoh ya untuk menahan gempa atau badai topan.

Dinding batu yang ditumbuhi lumut semakin menonjolkan kesan alami di rumah batu ini, warna hijau dan biru tua dari lumut menjadi cat alami yang murah meriah.

Meteora monasteries

Meteora monasteries

Meteora monasteries atau biara tergantung di udara, adalah salah satu komplek terbesar, dan paling penting dari biara-biara ortodok yang ada di bagian timur yunani. di dalam komplek tersebut terdapat 6 biara, yang dibangun di atas pilar batu alam tebing pegunungan pindus di dekat kota kalambaka.

Biara di meteora monasteries dibangun tepat di atas tebing batu dengan ketinggian 985 kaki, dan memanfaatkan tebing sebagai dinding biara. tebing batu yang terlihat pucat pasi seolah menjadi ornamen bisu, membentuk ukiran alam yang mempesona siapapun yang memandang.

Dahulu, meteora monasteries masih sulit dijangkau oleh manusia, kini jalan-jalan menuju meteora monasteries sudah dibangun, sehingga mudah dikunjungi oleh wisatawan, namun meteora monasteries adalah tempat ibadah sehingga siapapun yang berkunjung wajib menghormati orang-orang yang sedang beribadah di sana.

Rumah pohon the gibbon experience

Rumah yang satu ini tidak hanya unik tetapi juga super ekstrim, sesuai namanya, the gibbon experience menawarkan penginapan 100 meter di atas tanah alias di atas pohon.

Rumah pohon the gibbon experience

Terletak di bokeo nature reserve, laos, rumah pohon the gibbon experience kini menjadi pusat wisata yang banyak digemari wisatawan dari manca negara.

Rumah ini dibangun di atas pohon besar dengan ketinggian di atas 100 meter, untuk menjangkau rumah ini saja dibutuhkan usaha yang tidak mudah, tapi yang paling diperlukan tentunya nyali yang besar. Dalam 1 rumah pohon bisa ditinggali 8 orang, meskipun berpredikat sebagai rumah pohon, di sini segala keperluan pengunjung sudah disediakan, mulai tempat tidur hingga kamar mandi.

Salah satu kegiatan favorit di gibbon experience adalah menjelajah hutan menggunakan flying fox. karena berada di atas ketinggian, setiap rumah dihubungkan dengan tali baja, sekaligus menjadi jalan bagi pengunjung untuk berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain, atau ketika mengikuti tur ke dalam hutan.

Berani mencoba pengalaman ekstrim di the gibbon experience?.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: