Ini lokasi ritual di Wonogiri bagi yang bermasalah dengan hukum

Sering kita dengar bahwa orang-orang yang terjerat hukum mendatangi tempat-tempat sakral untuk meminta pertolongan agar bisa terbebas dari masalah hukum yang mereka hadapi.

Ternyata, hal tersebut bukan isapan jempol saja. Ada satu tempat di Wonogiri yang dijadikan tempat meminta pertolongan oleh orang-orang yang terjerat hukum. Namanya luweng (lubang) Borampuh.

Luweng Borampuh ini berada di tebing di Dusun Ngledok, Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito. Menurut sesepuh desa tersebut, ada sejumlah orang yang melakukan ritual di luweng Borampuh ini untuk bisa terbebas dari masalah hukum yang menjeratnya.

Akhirnya mereka bisa lolos dari jeratan hukum yang mengenainya. Mereka kemudian menyelenggarakan pesta di Desa Gendayakan untuk merayakan terbebasnya mereka dari jeratan hukum setelah melakukan ritual di luweng Borampuh.

Riwatat mengenai keramatnya luweng Borampuh berpusat pada legenda manusia yang bisa melompat sangat tinggi dan jauh bagaikan sedang terbang terbang atau manusia melayang.

Manusia sakti ini dalam wujud normalnya adalah seorang petani yang bernama Mbah Glemboh yang dikenal rajin pergi ke ladang untuk menggarap lahan pertaniannya itu.

Tidak jarang, Mbah Glemboh memilih tidur di ladang yang berbukit dan sangat luas miliknya yang berada di hutan Brenggolo. Untuk urusan makan dan minumnya, istri Mbah Glemboh yang membawakannya dari rumah.

Seringnya, pada saat menghantarkan makanan, istri Mbah Glemboh tidak bisa langsung bertemu suaminya itu karena ladangnya di sisi lahan lainnya. Istri Mbah Glemboh pun meletakkan makanan dan minuman untuk suaminya itu pada gubuk ladang, sesuai perintah dari Mbah Glemboh.

Nah, pada suatu hari, rasa penasaran istri Mbah Glemboh menguasai alam pikirannya.  Ia penasaran apa yang dilakukan suaminya itu pada malam hari. Namun rasa penasaran istri Mbah Glemboh membawanya untuk mengetahui fenomena yang mengerikan tyang terjadi pada suaminya itu.

Pada suatu hari, usai mengirim makanan bagi Mbah Glemboh, ia berniat tidak pulang. Dia memilih bersembunyi di balik batu untuk mengintip suaminya. Pada saat malam tiba, istri Mbah Glemboh terkejut bukan kepalang setelah melihat suaminya itu berubah jadi raksasa mengerikan.

Lalu ia memberi tahu kepada para tetangganya mengenai fenomena yang terjadi pada Mbah Glemboh. Warga desa pun sepakat untuk menangkap Mbah Glemboh yang sudah berubah jadi raksasa menakutkan itu.

Saat hendak ditangkap, Mbah Glemboh  tidak mau melakukan perlawanan agar tidak melukai warga desa. Namun begitu, Mbah Glemboh tidak mau langsung menyerah.

Dia menghindari penangkapan dengan cara melompat dari pohon satu ke pohon lain. Namun naas, Mbah Glemboh jatuh  pada luweng di hutan angker yang terlarang untuk dimasuki.

Saat itulah, Mbah Glemboh berubah wujud dari raksasa menjadi batu yang menyerupai wajah manusia.

Warga lalu melempar batu jelmaan Mbah Glemboh tersebut ke dalam luweng hutan. Warga yang sudah merasa yakin Mbah Glemboh  sudah mati lalu meninggalkan luweng tersebut.

Warga kemudian menamai luweng itu sebagai luweng ‘Borampuh’ yang berasal dari kata ‘bor’ dari kata ‘mabur’ yang berarti ‘terbang’. Sedang kata ‘ampuh’ berarti sakti. Artinya makhluk terbang yang sakti.

Warga di sekitar luwung Borampuh sangat mengeramatkan luweng ini sehingga tidak ada yang berani memasukinya. Bahkan, berdasarkan cerita turun temurun, air hujan pun tidak bisa masuk ke luweng “sakti” ini. Padahal lubang ini berada lebih rendah dari tanah disekitarnya.

Luweng BorampuhLuweng Borampuh

Luweng Borampuh

Dari cerita mulut ke mulut, luweng Borampuh ini dianggap memiliki sisi keramat sekaligus bertuah. Ada keyakinan bahwa dengan melakukan tirakat dan menjalani ritual khusus di luweng Borampuh ini, maka ia akan lolos dari masalah hukum yang sedang menimpanya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: