Seperti apa kuliner pesisir pantai selatan Wonogiri?

Hidup di dekat pesisir pantai serta pegunungan kapur yang panas seperti yang dialami warga Paranggupito, Kabupaten Wonogiri membuat mereka harus pintar-pintar untuk beradaptasi dengan alam sekitarnya.

Kehidupan warga Paranggupito sudah tentu tidak seperti kehidupan warga Wonogiri kota yang serba gampang mendapatkan kebutuhan yang diingini.

Jika orang perkotaan mengenal gaya hidup serba cepat saji, maka warga Paranggupito memiliki gaya hidup serba sederhana. Bagi sebagian besar warga Paranggupito, kehidupan sederhana begitu lekat dengan mereka.

Mereka memilih memanfaatkan  apa yang ada di sekitar tempat tinggalnya sebagai bahan makanan. Warga Paranggupito pun mampu membuat kuliner dari bahan laut seperti  aneka rempah dan gurita serta bahan makanan yang bisa hidup di tanah kapur seperti singkong.

Selain itu mereka juga memanfaatkan bahan makanan tradisional seperti tempe, tahu dan kerupuk yang diperoleh dari pasar tradisional.  Selain murah, bahan-bahan makanan yang ada di sekitar lingkungan mereka tinggal juga sangat alami, sehat serta khas.

Berikut sejumlah kuliner tradisional Wonogiri khas Paranggupito yang dibuat dari bahan alami dari alam laut serta dari tanaman yang ditanam dari lahan di tebing kapur:

1. Sayur gerus

Masakan khas Paranggupito adalah sayur gerus atau dalam bahasa Jawa disebut ‘jangan gerus’.  Sayur gerus merupakan sayur dengan kuah santan kental dengan bumbu yang berasal dari rempah-rempah. Sayur gerus juga berisi potongan-potongan tahu, tempe kedelai yang juga berisi tempe lamtoro atu dalam bahasa sekitar disebut ‘mlanding’.

Perbedaan sayur gerus dengan sayur bersantan lainnya adalah cara menggunakan cabe untuk dijadikan bumbu masakan.Jadi, bumbu cabe pada sayur gerus tidak diiris tapi digerus atau dalam bahasa Jawa disebut ‘diuleg’.

Dengan teknik ‘uleg’ ini, membuat sayur gerus memiliki sensasi pedasyang amat sangat. Untuk kuah santan yang kental pada sayur gerus sering dibuat dengan warna kuning serta ditambahkan kunyit.

Sayur Gerus

Sayur Gerus. (Soloraya.com)

2. Oseng karangan

Oseng sebagai makanan kuliner khas  rumah tangga, oleh warga pesisir di Paranggupito dibuat dari bahan rumput laut. Oseng karangan merupakan kombinai hewan-hewan laut dengan bumbu masakan seperti cabe merah, bawang merah, bawang putih yang ditumis hingga halus.

3. Oseng gurita

Selain oseng karangan, warga Paranggupito juga membuat oseng gurita.

4. Thiwul uleng

Thiwul uleng adalah campuran antara thiwul dengan nasi.

Thiwul uleng

Thiwul uleng. (Soloraya.com)

5. Gudhangan

Gudhangan merupakan lauk pauk kombinasi antara sambal kelapa dengan sayur hijau seperti kacang hijau, bayam, mingkir, dll.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: