Anda pecinta wisata alam gua, ini lima obyek wisata gua di Wonogiri (Pracimantoro)

Anda pecinta wisata gua, maka Wonogiri menjadi wilayah yang pas untuk memenuhi keinginan Anda untuk menikmati gua-gua yang tercipta dari proses alam selama bertahun-tahun. Dua wilayah di Wonogiri yang punya banyak gua untuk dijadikan sebagai obyek wisata alam gua di Soloraya adalah Pracimantoro serta Paranggupito.

Pracimantoro adalah salah satu kecamatan yang ada di Wonogiri yang bisa dijangkau oleh kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Dari Wonogiri kota, Pracimantoro berjarak 45 kilometer.

Di Pracimantoro ada sejumlah gua yang semuanya berada dalam satu kawasan karst atau pegunungan kapur. Jarak antara satu gua ke gua lainnya kurang lebih 500 meter. Akses menuju satu gua ke gua lainnya sudah cukup baik berupa jalan aspal serta beton.

Pengunjung bisa memulai perjalanan menyusuri gua-gua tersebut dari Museum Karst Dunia (MKD) di Pracimantoro. Berikut lima gua yang ada di Pracimantoro:

1. Gua Sodong

Gua  Sodong berada sekitar 100 meter di sisi barat MKD. Gua Sodong menjadi gua paling menarik bagi para ahli geologi. Mengapa? Karena gua ini menjadi titik peralihan  sungai terbuka ke sungai bawah tanah.

Air sungai di sisi barat museum mengalir langsung masuk ke dalam mulut gua Sodong yang sempit, licin dan gelap. Penelusuran yang dilakukan terhadap gua Sodong menyebutkan kedalaman gua baru mencapai kedalaman 4,5 kilometer.

Diyakini, kedalaman gua Sodong masih sangat panjang bahkan bisa menembus hingga laut selatan. Selain menjadi obyek penelitian dan memiliki daya tarik untuk dikunjungi, gua Sodong juga menjadi  sumber air bersih bagi warga sekitarnya.

2. Gua Gilap

Gua Gilap berjarak 1,5 kilometer dari gedung utama MKD. Gua ini seperti lubang besar melingkar di permukaan gunung kapur dengan kedalaman gua sekitar 50 meter. Di bagian bawah gua ada ceruk besar yang terlindung dari bagian atas.

Ceruk ini bisa dicapai para wisatawan dengan menuruni jalan setapak berbatu  dari bagian atas lereng gunung. Selain menghadirkan fenomena alam yang menakjubkan, gua Gilap menyimpan  kisah perjalanan manusia purba hingga manusia jaman sekarang.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dan tim Arkeologi Universitas Gajah Mada (UGM) telah melakukan penelitian jejak peninggalan jaman pra sejarah yang ada di gua Gilap ini.

Peneliti BPCB Jawa Tengah dan tim Arkeologi UGM menemukan sejumlah tanda bahwa gua Gilap pernah menjadi pusat kehidupan manusia gua pada zaman pra sejarah.

Beberapa tanda tersebut adalah ditemukannya sisa makanan, peralatan purba dari tulang serta tulang-tulang hewan yang tidak lazim ditemui pada masa modern ini.

Sejumlah tanda tersebut membuat para peneliti dari dua institusi itu yakin bahwa manusia purba pernah tinggal di gua Gilap dalam waktu lama.

Sementara itu, pada kehidupan manusia modern, gua Gilap dianggap sebagai tempat penting bagi manusia modern. Hingga akhir abad 19, banyak bangsawan dari kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa Tengah sering mendatangi gua Gilap untuk menjalani tirakat serta ritual tertentu.

Gua Gilap juga sering menjadi lokasi pertunjukan kesenian tradisional sekaligus menjadi tempat keramaian warga Pracimantoro.

Hal itu berlangsung sampai tahun 1970-an. Sejumlah kesenian tradisional yang dipentaskan di gua Gilap saat itu antara lain klenengan (karawitan), srandul serta kethoprak.

Nama gua Gilap sendiri memiliki arti gemerlap, bercahaya yang diambil dari perwujudan payung milik Roro Denok, seorang putri Majapahit yang melarikan diri dari kejaran  pasukan kerajaan Padjajaran bersama dua pengikutnya, Kiai Sabuk Alu dan Kiai Sabuk Inten.

Roro Denok akhirnya menghilang bersama raganya karena kekuatan gaib (muksa). Sementara Kiai Sabuk Alu dan Sabuk Inten menurut cerita menjadi cikal bakal penghuni Dusun Ngudal dan Dusun Karanglo.

goa song gilap

Gua Gilap dijadikan obyek penelitian manusia pra sejarah. (Soloraya.com)

3. Gua Putri Kencana

Gua Putri Kencana sudah berada diluar MKD yang ada di Desa Gebangharjo. Tepatnya, gua Putri Kencana berada di tebing gunung kapur di Desa Wonodadi yang berjarak sekitar 5 kilometer dari MKD. Gua Putri Kencana memiliki perbedaan besar ketimbang gua-gua lainnya di Pracimantoro.

Pertama, gua ini merupakan gua paling indah dengan ornamen gua seperti stalagtit dan stalagmite yang masih aktif karena menjadi tempat tetesan air diujungnya. Ke dua, gua Putri Kencana menjadi gua yang paling mendapat pengelolaan.

Sejak tahun 1991, saat pertama kali gua Putri Kencana ini ditemukan,  gua dengan kedalaman hingga 100 meter ini lansung memperoleh pengelolaan untuk dijadikan tujuan wisata gua. Pemerintah daerah telah memasang lampu penerangan didalam gua agar wisatawan bisa menikmati keindahan lorong gua.

Bukti pengelolaan pemerintah  daerah terhadap gua Putri Kencana ini adalah pemberian nama pada bagian-bagian gua. Seperti nama ruang Kabudayan, Kapusakan, Jumenengan, Sarasehan, Keluarga serta Sendang Panyuwunan (cekungan kecil yang menampung tetesan air dari langit-langit gua).

Gua Putri Kencana_

Bagian dalam gua Putri Kencana. (Soloraya.com)

4. Gua Potro Bunder

Sekitar 600 meter di sebelah barat daya gedung utama MKD, ada Gua Potro Bunder. Ukuran gua Potro Bunder ini cukup besar dengan kedalaman gua mencapai 100 meter.  Gua Potro Bunder sebagaimana gua tembus juga menembus bukit sehingga bisa dibilang memiliki pintu masuk dan pintu keluar.

5. Gua Tembus

Gua ini berada di bagian paling luar kawasan MKD yaitu berada di bagian pintu masuk dekat portal tiket museum. Sesuai namanya, gua ini memang menembus bukit kapur dari satu sisi ke sisi lainnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: