Sekilas tentang patung Moai pulau Paskah

Peninggalan suku kuno yang tak kalah berpengaruh terhadap ilmu pengetahuan di bumi adalah moai. Moai adalah patung-patung yang dapat anda temukan di pulau paskah. pulau paskah terletak di selatan samudra pasifik, 3.515 km dari sebelah barat cili. Pulau ini memiliki areal yang tak begitu luas, hanya 163,6 kilometer persegi.

Populasi di pulau ini per 2008 hanya 5000 orang, sementara suku asli pulau ini menghilang akibat penyakit dan kelaparan. Orang eropa pertama yang berhasil mendarat di pulau paskah bernama jacob roggeveen yang kemudian menamainya paasch eyland atau jika diartikan adalah pulau paskah. penduduk pribumi yang menempati pulau bernama suku rapanui, pulau paskah sendiri sebenarnya bukan nama asli pulau ini, suku rapanui menamai pulau ini te pito o te henua yang berarti pusar dunia. namun karena lebih mudah diingat, pulau paskah lah yang dipakai hingga sekarang.

Moai
Patung moai terbuat dari batu karang vulkanik solid, sebagian besar patung dipahat dari satu batu, meskipun beberapa patung juga dibuat terpisah terutama pada bagian kepala. Saat ini ada 600 patung moai yang tersebar di seantero pula paskah, namun 400 di antaranya belum sempurna, dan hampir seluruh patung yang belum jadi kemudian dihancurkan oleh penduduk pribumi pada masa berakhirnya konstruksi.

patung Moai pulau Paskah_2

Menurut beberapa peneliti, patung moai merupakan simbol penguasa kala itu, di mana saat ada penguasa yang wafat, maka akan dibuatkan patung untuk memujanya. Namun, sebuah pendapat baru muncul yang menyebutkan bahwa patung-patung tersebut merupakan kreasi alien, terutama dengan melihat kerumitan desain patung tersebut, yang dinilai terlalu modern untuk peradaban di saat itu.

Sebuah pertanyaan besar yang hingga kini belum ditemukan jawabannya adalah, bagaimana cara membuat, dan memindahkan patung-patung berukuran raksasa dengan bobot 80 ton tersebut, ke atas bukit, di titik lokasi yang bahkan sulit dicapai tanpa beban sekalipun.

Misteri keruntuhan peradaban pulau paskah juga masih simpang siur, beberapa pemikiran modern mengaitkan pembuatan moai dengan ketersediaan pohon di pulau itu, yang kemudian memicu degradasi makanan sehingga memicu kanibalisme.

patung Moai pulau Paskah_3

Sekelompok orang dari populasi yang tersisa kemudian berhasil mengembangkan cara hidup yang baru, yang kemudian mempertahankan ekstensi suku rapanui di pulau tersebut.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: