Wisata alam Geopark Gunungsewu dengan 40 ribu bukit batu gamping

Wonogiri memiliki potensi wisata alam yang luar biasa dalam wujud kawasan karst yang menjadi bagian dari Taman Bumi (Geo Park) Gunung Sewu dengan luas kawasan hingga 1.802 km.

Bentangan Geo Park Gunung Sewu yang mencapai panjang 120 km tersebut merupakan bentangan kawasan alam karst yang melewati tiga daerah sekaligus yaitu Gunungkidul (DIY), Wonogiri (Jawa Tengah) hingga Pacitan (Jawa Timur).yang membentang sepanjang 120 km.

Bentang alam karst tropis pada Geo Park Gunung Sewu terlihat sangat fenomenal dengan 40 ribu bukit batu gamping membentuk bukit kerucut (conical hills) serta lengkungan (sinusoid hills).

Puluhan ribu bukit gamping ini memiliki kekayaan alam berupa flora (tumbuhan), fauna (hewan), keindahan alam serta aneka ragam budaya kehidupan masyarakat lokal. Batas selatan kawasan Geo Park berada di wilayah pantai selatan yang memiliki topografi pundak dengan lereng curam yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Sedang di bagian utara kawasan Geo Park Gunung Sewu dibatasi pegunungan berapi yang tersusun apik serta clastika gunung api dan bebatuan beku sisa aktifitas gunung api purba.

Sejarah Geopark Gunung Sewu

Kawasan gunung sewu merupakan kawasan batuan gamping yang terbentuk sejak 15 hingga 2 juta tahun sebelum masehi. Di kawasan ini, banyak dijumpai fosil hewan laut di kawasan ini.

Dapat disimpulkan bahwa kawasan ini awalnya merupakan kawasab laut dengan kedalaman sekitar 40 meter yang terangkat kepermukaan dengan berjalannya waktu membentuk morfologi seperti bukit, lembah serta lekukan topografi yang begitu unik.

Proses pembentukan kawasan di Gunung Sewu dikendalikan oleh struktur biologi, seperti patahan dan retakan yang memfasilitasi masuknya air hujan ke dalam lapisan batu gamping yang lebih dalam.

Pengangkatan batuan gamping ke atas permukaan air laut ini membuat batu gamping mengalami proses pelarutan oleh air hingga membentuk bentang alam karst (karstifikasi). Proses karstifikasi ini tidak hanya terjadi pada permukaan saja tetapi juga terjadi di bawah permukaan tanah hingga akhirnya membentuk sistem per-goa-an.

Goa-goa yang ada didalam tanah ini memiliki lorong-lorong goa yang memiliki ornament seperti stalactit, stalagmit, coloumn dan sebagainya yang nampak menjadi perhiasan goa.

Kawasan Geopark Gunung Sewu memiliki 33 situs kawasan warisan bumi yang terdiri dari 30 situs geologi dan 3 situs non geologi. Sejumlah situs geologi unggulan Geo Park Gunung Sewu adalah Gunung api purba formasi Nglanggeran, endapan laut tua formasi Sambipitu Kabupaten Gunung Kidul, dan Goa Gong Kabupaten Pacitan, situs Lembah Kering Giritontro Kabupaten Wonogiri, kompleks goa di Kecamatan Pracimantoro, dan Pantai Klayar Kabupaten Pacitan.

Karst gunung sewu adalah tipe karst tropis yang memiliki ciri berupa bukit-bukit setengah bola, dan berlereng cembung. Di luar negeri, pegunungan karst seperti ini serupa yang terdapat di negara Jamaika, negara Filiphina dan Dalmatia di negara Kroasia.

Di bawah permukaan tanah kawasan Geopark Gunungsewu berkembang sistem goa dengan bentuk goa horisontal, goa vertikal atau gabungan keduanya. Terdapat lebih dari 400 goa telah terpetakan, dengan sebagian goa sudah dikelola masyarakat lokal dengan basis eko wisata.

Sistem goa vertikal atau luweng juga banyak dijumpai di kawasan Geopark Gunungsewu. Luweng Grubug Kabupaten Gunung Kidul sedalam lebih dari 90 meter dan Luweng Jaran Kabupaten Pacitan sedalam lebih dari 20 km menjadi sistem pergoaan terdalam dan terpanjang di pulau Jawa.

Di dalam luweng ini banyak dijumpai sungai bawah tanah yang mengalirkan air sepanjang musim. Sedangkan goa-goa ditebing pantai selatan banyak menjadi habitat alami burung walet dan kelelawar.

Pemanfaatan Geo Park Gunung Sewu

Dengan segala keunikan, keindahan alam, dan keanekaragaman seni budaya masyarakatnya,  kawasan Gunung Sewu memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan dalam banyak bidang pekerjaan.

Pengembangan potensi Geo Park Gunung Sewu bertujuan untuk melestarikan alam kawasan karst, sumber penelitian dan ilmu pengetahuan, konservasi, disamping untuk mengembangkan sisi perekonomian masyarakat yang hidup dikawasan Gunung Sewu.

Keseriusan pemerintah daerah di tiga wilayah yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur untuk pengembangan dan melestarikan Geo park Gunung Sewu diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan kerjasama (Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan  MOU ini dilaksanakan di Bangsal Kepatihan Yogyakarta oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Rabu (18/2).

Masing masing Gubernur didampingi oleh Bupati Gunungkidul Badingah, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto, dan Bupati Pacitan dan disaksikan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono.

Geopark Gunung Sewu yang berada di tiga kabupaten dan tiga provinsi ini sudah ditetapkan sebagai geo park nasional sejak 13 Mei 2012. Namun dari penilaian tim assesor UNESCO, keanggotaan Geo park Gunung Sewu dalam jaringan geo park internasional UNESCO ditunda karena kelembagaan pengelolaan Geopark Gunung Sewu belum optimal.

song gilap

Goa Song Gilap Pracimantoro. (Soloraya.com)

Jika nantinya Geo Park Gunung Sewu diakui UNESCO, maka akan ada empat geo park yang ada di Asia Tenggara. Saat ini baru ada tiga geo park di Asia Tenggara yang sudah masuk dalam bagian geo park internasional yang diakui UNESCO.

Tiga geo park tersebut adalah  Geo park Langkawi di Malaysia, Geo park Dong Van Karst Plateu di Vietnam, serta geo park Batur, Bali (Indonesia).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: