Pak Item, terus berkembang dengan Warung Mat-matan Pak Item

Warung Mat-matan Pak Item atau biasa disebut Warung Pak Item sangat  popular tidak hanya di kawasan Solobaru, Sukoharjo tapi juga cukup terkenal sebagai tempat wisata kuliner malam hari di Soloraya.

Bahkan bila menilik sejumlah menteri dan para artis dan kelompok musik ibu kota yang pernah datanng ke waruung Pak Item, maka warung yang sudah berdiri hamper 18 tahun lalu itu bisa disebut punya popularitas tingkat nasional.

Keberadaan Warung Pak Item yang bisa bertahan hingga hampir 18 tahun dan populer hingga sampai ke telinga para menteri itu tidak lepas dari tangan dingin pemiliknya, Joko Suripto yang popular dengan panggilan Pak Item.

Pria berumur 50-an tahun ini mengaku tidak punya rahasia khusus dalam menekuni pekerjaan membesarkan warung makan yang ia miliki di kawasan Solobaru, Grogol, Sukoharjo itu. Demikian juga dengan menu masakan dan minuman yang ia buat, juga diakui Pak Item tidak menggunakan resep khusus.

Sangat mungkin, keberhasilan Pak Item dalam mengelola warungnya saat ini didasari oleh passion dia sebagai individu yang sangat menyukai masak sejak masih  remaja. Diakui Pak Item, kemampuan memasak yang dimilikinya saat ini berasal dari ibunya, Sutiyah, yang sekarang sudah meninggal.

“Ibu saya tidak punya warung makan, tapi masakan rumahan ibu saya, enak sekali,” kata anak ke 6 dari pasangan Sunarto dan Sutiyah ini.

Ada sebuah pesan dari ibu Pak Item yang sampai saat ini selalu diingatnya yaitu jika saat ngulek sambel (membuat sambal ) jari telunjuknya jangan berdiri menunjuk agar masakannya tidak  berasa cemplang (ada yang kurang rasanya).

Namun, Pak Item punya prinsip berjualan yaitu harus berlaku jujur dan bekerja dengan sebaik-baiknya. Sedang dalam proses memasak, Pak Item menjalankan prinsip tidak mengurangi porsi bumbu sedikit pun yang akan digunakan untuk masakannya.

“Jadi harus pas takarannya. Kalau beda pasti akan berubah rasanya. Jadi semahal apapun harga makanannya, porsi bumbu yang diberikan jangan sampai dikurangi. Kalau dikurangi pasti berubah rasanya,” kata Pak Item.

Hanya butuh waktu tiga tahun bagi Pak Item untuk melakukan transformasi dari pemasak makanan-makanan yang ia buat kepada orang yang ia percaya untuk memasak makanan dirumahnya. Setelah itu, ia tidak turun tangan lagi memasak hanya membeli bahan mentah makanannya saja.

“Saya punya dua orang kepercayaan. Satu orang yang masak di rumah sama  satu orang di warung ini,” kata Pak Item kepada Soloraya.com, Selasa malam (16/8).

Sejak pertama kali membuka Warung Mat-matan Pak Item pada Oktober 1998 hingga saat ini, Pak Item telah mengkreasikan lebih dari 50 variasi menu makanan (termasuk gorengan) dan minuman.  Dalam hitungan Pak Item, ia saat ini punya  40 variasi minuman yang disajikan untuk pelanggannya.

Gorengan sate-satean ayam misalnya, bisa dibuat menjadi berbagai varian seperti sate kulit ayam, sate usus, empal, ceker ayam, dll. Minuman jahe misalnya, bisa divariasian menjadi beberapa varian minuman seperti Jahe Tubruk Gula Jawa, Jahe Kencur, Jahe kencur jeruk

Setiap malam, warung Pak Item dikunjungi 400-500 pengunjung. Hitung-hitungannya, setiap satu kilogram beras yang dimasak bisa digunakan 10-20 orang. Sedang kalau hari biasa menghabiskan berasa yang dimasak hingga 15 kg.

Itu berarti setiap hari biasa jualan, Warung Pak Item mendapat kunjungan pembeli sebanyak 400-500 orang. Pengunjung Warung Pak Item akan lebih banyak lagi jumlahnya pada saat hari Minggu, libur dan lebaran.

Omset jualannya secara otomatis akan meningkat saat berjualan pada hari libur ataupun lebaran. Jika pada hari-hari biasa omset yang didapat mencapai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta, maka pada saat hari Minggu naik menjadi Rp 5 juta hinga Rp 7 juta.

Pada saat hari libur bukan hari Minggu, omset yang didapat Warung Item mencapai Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. Kemudian pada hari lebaran, tiap hari omset yang didapat bisa mencapai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.

“Rekor omset pada saat lebaran kemarin adalah Rp 12.800.000,00,” ungkap sarjana Hukum UMS lulusan tahun 1992 tersebut.

Lalu berapa laba bersih tiap hari yang bisa didapat Pak Item dari Warung yang ia kelola? Diakuinya, laba bersihnya mencapai sekitar 40 persen setiap harinya.

Pak Item_profile

Tangan dingin Pak Item juga telah berhasil mendirikan satu warung makan dengan konsep serupa dengan Warung Pak Item di Karawaci, Tangerang, Banten yang saat ini dikelola adiknya yang diberi nama sama yaitu Warung Mat-matan Pak Item.

 

Kemudian, Pak Item juga sudah bersiap membuka cabang baru untuk Warung Mat-matan Pak Item yang akan dilakukan awal September 2016 nanti. Lokasi warung baru tersebut berada di kawasan Manahan Solo.

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: