Sendang Siwani, lokasi Pangeran Sambernyawa kalahkan pasukan Belanda

Kabupaten Wonogiri memiliki sejumlah tempat wisata yang berhubungan dengan hal-hal yang sakral. Tempat-tempat wisata seperti ini oleh orang Jawa sering menyebutnya dengan petilasan atau bekas tempat tinggal tokoh terkenal dari masa lalu.

Salah satu petilasan yang keberadaannya cukup terkenal di Wonogiri adalah petilasan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa, salah satu tokoh besar pada jaman kerajaan di Jawa. Tokoh yang juga dijuluki Pangeran Sambernyawa adalah tokoh yang sangat disegani kemampuan olah pikir, batin serta kanuragan (beladiri fisik).

Petilasan RM Said ini diberi nama Sedang Siwani yang berada di Dusun Ngaliyan, Desa Bulusulur, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Dari pusat kota Wonogiri, untuk menuju Sendang Siwani berjarak sekitar lima kilometer kearah barat.

Sedang dari arah kota Solo menuju Sendang Siwani berjarak kurang lebih 25 kilometer. Dalam bahasa Jawa, Sendang berarti sumur. Siwani memiliki arti pemberani. Maknainya kurang lebih sumur tempat orang pemberani.

Letak obyek wisata ritual Sendang Siwani cukup jauh dari jalan utama Solo-Wonogiri. Pengunjung harus melewati pasar Selogiri kearah selatan kemudian kearah barat melewati jalan kampong yang tidak begitu baik kondisi jalannya.

Sendang Siwani yang berada di Jalan Siwani KM 2, Selogiri ini berada dalam “kompleks” kecil yang selain berisi petilasan RM Said itu, juga ada masjid serta tempat tinggal juru kunci Sendang Siwani, Ki Demang Supardi dan keluarganya tinggal.

Petilasan Pangeran Sambernyawa sendiri dipisahkan oleh tembok dengan tinggi sedang dari masjid dan tempat kerja Supardi serta rumah keluarga Supardi. Petilasan Pangeran Sambernyawa ini terdiri dari tiga bagian yaitu Selo Ploso, pendopo joglo ukuran kecil serta, sendang Siwani yang merupakan tempat mandi sangat tertutup.

Selain itu di di samping belakang sendang Siwani tempat para pengunjung mandi ini juga ada beberapa ruangan terbuka yang sering digunakan untuk tetirah (berdiam diri) dan berdoa (meditasi).  Petilasan RM Said ini juga memiliki pohon beringin yang cukup tinggi yang tumbuh menjulang diantara Selo Ploso dan pendopo Joglo.

Selo Ploso adalah tempat pelinggihan (tempat duduk) RM Said pada saat itu. Sementara pendopo Joglo kecil menjadi tempat melaksanakan ritual kejawen.Sementara ruangan yang didalamnya ada sendang Siwani bisa digunakan untuk mandi masyarakat umum dengan syarat yang harus dipatuhi orang-orang yang mau mandi di sendang itu.

Yaitu tidak boleh membawa sabun, shampoo juga sandal masuk ke sendang Siwani. Selain larangan-larangan itu, air Sendang Siwani sendiri bisa untuk diminum orang yang mau mandi. Sedang tembok luar yang menjadi penutup akses masuk ke dalam Sendang Siwani ini memiliki relief yang menggambarkan pertempuran prajurit yang juga menjadi pengikut (pendherek) RM Said.

Relief ini menggambarkan peperangan antara pengikut RM Said dengan pasukan Belanda. Sementara di “kantor” juru kunci Sendang Siwani, Ki Demang Supardi, juga dipasang foto baliho berupa sejarah Sendang Siwani yang memperlihatkan sejumlah foto bergambar pasukan Belanda yang membawa senapan dan meriam, gambar dua kerbau muda dan tua yang sedang berkelahi.

Juga ada gambar pengikut RM Said yang minum air sendang untuk memperoleh kekuatan untuk berperang melawan pasukan Belanda. Air sendang itu dianggap memberi kekuatan setelah RM Said, melakukan meditasi dan mendapat petunjuk bahwa air sendang itu bisa memberi kekuatan.

Diceritakan oleh sejumlah literatur, RM. Said sampai di sendang yang kemudian mendapat nama Siwani tersebut setelah melarikan diri karena mengalami kekalahan berperang melawan pasukan Belanda (VOC) di Hindia Timur.

Sendang itu dijadikan tempat persembunyian bagi RM Said dan pengikutnya. Lalu untuk menghalau balik pasukan Belanda yang mengejarnya, RM Said melakukan meditai atau bersemedi meminta petunjuk spiritual.

Saat bermeditasi itulah, RM Said mendapat gambaran berupa pertarungan antara kerbau muda dan kerbau yang lebih tua dan besar. Kerbau muda mengalami patah satu tanduknya setelah beradu dengan kerbau yang lebih tua.

Sendang Siwani

Sendang Siwani tampak dari jalan masuk area sendang. (Soloraya.com)

Lalu kerbau muda itu berlari kea rah sumber air yang berada di dekat RM Said bermeditasi. Kemudian kerbau muda itu meminum air di sumber air tersebut. Setelah meminum air tersebut, kerbau muda itu mendadak memiliki tenaga lagi dan bersemangat berkelahi dengan kerbau yang lebih tua.

Dan berakhir kemenangan untuk kerbau muda yang terus berlari mengejar kerbau tua. Dari gambaran saat meditasi itu, lalu diceritakan oleh RM Said kepada pengikutnya Ia mengatakan kalau meminum air di sumur itu akan timbul keberanian lagi dan bisa menang melawan pasukan Belanda (VOC)

Lalu RM Said dan para pengikutnya meminum air dari sumber air tersebut. Sejenak berlalu, semangat RM Said dan pengikutnya langsung bertambah tinggi. Lalu mereka membuat rencana mengalahkan pasukan VOC.

Seperti digambarkan pada relief tembok sendang Siwani, terjadilah perang antara pengikut RM Said dan pasukan Belanda. Dan berakhir dengan kekalahan pasukan Belanda yang melarikan diri dikejar pengikut RM Said.

Nah, sejak saat itu, sumber air yang mampu menaikkan semangat berperang RM Said dan pengikutnya tersebut diberi nama Sendang Siwani yang berarti Sumur para pemberani. Kemudian, sejarah juga mencatat, peperangan antara RM Said dan pengikutnya dengan pasukan Belanda yang berakhir dengan kekalahan pihak Belanda tersebut ditetapkan sebagai hari lahir Kabupaten Wonogiri.

Saat ini, Sendang Siwani cukup terkenal sebagai tempat berdiam diri bagi masyarakat Soloraya juga luar Soloraya. Sejumlah mantan orang penting dan orang penting negara ini, seperti Almarhum Soeharto dan Presiden Jokowi pernah melakukan tirakat di Sendang Siwani ini.

Sendang Siwani_

Sendang Siwani tampak dari samping atau halaman sendang. (Soloraya.com)

Pengunjung banyak berdatangan ke Sendang Siwani ini terutama pada hari Kamis malam atau malam Jum’at atau pas hari pasaran Selasa Kliwon.
Sumber: Liputan dan sumber berita

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: