Apa saja isi warung makan di pasar Bekonang Sukoharjo

Pasar Bekonang menjadi salah satu pasar tradisional yang ada di Sukoharjo. Seperti pada umumnya, pasar tradisional, di pasar tradisional yang baru mendapat perbaikan dari pemkab setempat itu memiliki bagian jual beli makanan khas ala pasar tradisional.

Penelusuran yang dilakukan Soloraya.com memperlihatkan, di pasar Bekonang  cukup banyak memiliki warung makan dengan sejumlah jenis makanan. Warung-warung makan di pasar tradiisional berada di sisi timur pasar.

Soloraya.com mendapati sejumlah makanan khas pasar tradisional seperti warung nasi, mie ayam, bakso, tahu kupat juga sate kambing. Warung-warung tersebut berjejer lurus dari sisi selatan-timur (tenggara pasar( hingga timur laut (timur utara) pasar.

Warung nasi-sayur mendominasi makanan yang dijual di pasar Bekonang. Ada lima warung makan dengan meni andalan solo dan juga tumpang. Ada warung makan bu Sus, warung makan mbak Marsih, Mbah Mar, Pandoyo. Bu Marni.

Nasi soto di sejumlah warung ini dijual dengan harga Rp 5.000,00 hingga Rp 6.000,00. Sementara nasi tumpang satu porsi mencapai Rp 4.000,00. Selain itu, juga ada warung yang khusus menjual nasi soto yaitu warung soto kwali milik Pak Warno yang mengguakan daging sapi.

Untuk warung mie ayam dan bakso hanya ada satu warung untuk masing-masing makanan tersebut di pasar Bekonang ini. Salah satunya adalah warung bakso daging sapi Pak Yasir Bekonang.Selain itu, juga ada warung ayam kremes Mbak Achim, serta warung tahun kupat miik Pak Sariman.

kuliner pasar bekonang

Deretan warung makan sisi timur pasar Bekonang. (Soloraya.com)

Harga satu porsi mie ayam, bakso dan tahu kupat sekitar Rp 7.000,00 hingga Rp 8.000,00. “Warung-warung disini ramainya pas Kliwonan (hari pasaran Jawa yang datangnya lima hari sekali), juga hari Minggu,”kata Wahyu, pedagang soto di warung Bu Marsih.

“Kalau di tempat saya selain pas kliwonan, biasanya hari Minggu atau hari Rabu pagi juga ramai. Hari Rabu sudah ada pelanggan tetap yaitu kelompok sepeda,” kata Suwarno.

“Di sini kalau ramainya pas kliwonan, bisa habis 200-an porsi tahu kupat,”kata Eko, anak dari Satiman, pedagang tahu kupat pasar Bekonang.

Sementara itu, di jalan masuk ke pasar Bekonan dari sisi barat, ada sejumlah pedagang kuliner masa lalu. Yaitu pedagang makanan gathot, gethuk, juga jenang seperti jenang gendul dan jenang  sumsun. Beberapa kuliner masa lalu Jawa ini dijual dengan harga amat murah, Rp 2.000,00 atau bisa dibeli sesuai keinginan pembeli.

Tahu kupat

Tahu kupat Pak Sariman di pasar  Bekonang. (Soloraya.com)

Aktifitas kuliner baik kuliner jaman dulu atau kuliner jaman sekarang, dimulai dari pukul 05.00-16.00. Ada juga pukjukl 10.00 sudah selesai jual belinya seperti jenang gendul atau jenang sumsum. Sejumlah warung yang ada di sisi timur pasar Bekonang ini juga buka 24 jam.

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: