Luar biasa, baru sembuh dari sakit “Dokter Tanpa Tarif” itu sudah bersiap layani warga lagi

Dokter Lo Siaw Ging, yang dikenal sebagai dokter dermawan karena tak pernah menarik biaya untuk pasiennya, diizinkan pulang dari Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo setelah dirawat selama hampir dua pekan, Kamis (4/8). Menurut tim dokter yang merawatnya, kondisi dokter Lo sudah sangat baik. “Kondisinya sudah jauh lebih baik sehingga diizinkan pulang dan menjalani rawat jalan. Tapi nanti masih ada fisioterapi,” kata dokter spesialis rehabilitasi medik dr Sondang Rexano.

Dr Lo memang selalu menjadi buah bibir saat orang berbicara tentang kedermawanan seorang dokter. Dia sangat dikenal oleh masyarakat Solo dan sekitarnya. Saat paktik, dia tidak pernah menerapkan tarif khusus untuk pasiennya. Dr Lo bahkan kerap kerap menggratiskan biaya pengobatan, dan membantu menebus resep bagi warga yang kurang mampu. Tidak jarang dr Lo marah jika ada pasien yang nekat membayar biaya pengobatan.

“Kamu mamu membayar saya? Kamu sudah kaya ya?” itu lontaran dr Lo yang sering didengar oleh pasiennya yang nekat memberikan biata berobat. (Baca selengkapnya di sini: Lo Siaw Ging: Dokter Tanpa Tarif).

Lo mengungkapkan kesembuhannya kali ini menjadi kado terindah bagi dirinya yang akan berulang tahun ke-82 tahun. Kepada tim dokter yang merawatnya, Lo menyampaikan ucapan terima kasih.

Dr Lo - dokter tanpa tarif

Dr Lo – dokter tanpa tarif – setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Mudah-mudahan sebulan lagi saya bisa kembali berpraktik melayani pasien. Nanti saya akan minta izin kepada tim dokter yang merawat,” ujar dia sebelum meninggalkan RS Kasih Ibu.

Dokter Lo yang dikenal sebagai dokter dermawan itu dua pekan lalu mendapat serangan stroke. Saat masuk rumah sakit pada 22 Juli lalu, Lo mengeluh pusing dan merasakan lemah pada anggota badan bagian kanan. Dia pun dirawat di ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Menurut penanggung jawab utama perawatan dokter Lo, dr Tribudi Rahardjo, stroke muncul karena faktor keturunan atau gaya hidup. Dia menjelaskan untuk keturunan para dokter tidak bisa berbuat banyak. Namun, stroke karena gaya hidup masih bisa diantisipasi agar stroke tidak muncul lagi.

“Untuk dokter Lo sebenarnya tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi karena pola hidupnya sehat. Tapi, usianya yang lanjut merupakan salah satu faktor risiko munculnya stroke,” jelas dia.

Dokter yang membuka praktik di Jagalan itu sebelumnya dikabarkan meninggal dunia. Kabar tersebut bahkan santer beredar di media sosial. Namun, tim dokter RS Kasih Ibu langsung membantahnya. Sebab, perkembangan kondisi kesehatan dr Lo terus membaik.

“Kami juga tidak tahu bagaimana kabar bohong itu tersebar begitu cepat. Kalau benar sih nggak apa, tapi ini kan kabar hoax, tidak ada kebenarannya sama sekali,” ujar Tribudi.

Dia menambahkan dr Lo memiliki semangat hidup yang tinggi sehingga sangat mempengaruhi perkembangan kesehatannya. Semangat hidup pasien, kata dia, juga mempengaruhi proses pengobatan menjadi maksimal.(*)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: