Pemasangan traffic light di Bundaran Baron picu masalah baru

Rencana Pemkot Solo membongkar landmark kota berupa bundaran baron untuk digantikan dengan traffic light dinilai warga solo tidak akan menyelesaikan kemacetan di kawasan Baron. Sejumlah alasan diapungkan warga.

Seperti yang disampaikan Amir, warga Panularan, Laweyan yang mengatakan, kepadatan lalu lintas di kawasan Baron terjadi karena bertambahnya jumlah kendaraan, jadi bukan karena ada bundaran Baron.

Penumpukan kendaraan di bundaran Baron disebabkan oleh banyaknya kendaraan dari arah jalan Bayangkara menuju bundaran Baron. Sementara manajemen lalu lintas di lokasi tersebut tidak berjalan maksimal.

Kenyataannya, arus lalu lintas di sepanjang jalan dr Radjiman sudah bisa berjalan lancar setelah dibuat satu arah. Tetapi saat kendaraan melintas di bundaran Baron, laju kendaraan tertahan karena banyaknya kendaraan yang berjalan dari arah jalan Bhayangkara.

Amir melihat, dibongkarnya bundaran Baron malah mengurangi salah satu ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kota Solo. Selain itu, pemasangan traffic light sebagai pengganti RTH itu bisa menimbulkan kekhawatiran terjadi penumpukan kendaraan sampai di depan stadion Sriwedari.

Lalin

Lampu lalu lintas. (danielmalu.com)

Jika ini yang terjadi akan mengganggu kendaraan yang berhenti di traffic light pertigaan Sriwedari mengingat jarak traffic light pertigaan Sriwedari sangat dekat dengan bundaran Baron. “Pemasangan lampu lalu lintas di perempatan Baron akan menimbulkan masalah baru,” kata Amir.

Sumber: Solopos.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: