Tamansari, tempat favorit para Ratu dan Pangeran Mangkubumi

Ketika Anda sedang mengarungi perjalanan ke Yogyakarta A dan mencari sesuatu yang mewah dan berkelas, mungkin Tamansari akan menjadi pilihan yang tepat. Fakta bahwa tempat itu digunakan untuk istana di mana putri dari Keraton melakukan rutinitas mandi sehari-hari memberikan nilai tambah yang sakral.

Tamansari dibangun oleh Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I untuk menghormati jasa istri-istrinya dalam perang. Tempat itu sendiri terletak hanya 500 meter di selatan Keraton dan dikelilingi oleh danau buatan yang disebut Segaran.

Karena sangat dekat Keraton, Anda tidak akan kesulitan menemukannya. Keduanya berdekatan sehingga Anda dapat berjalan atau, jika terlalu malas untuk melakukannya, bisa menggunakan becak . Anda hanya perlu membayar 10.000 untuk pergi ke sana.

Istana-Air-Taman-Sari-Jogja-2

Biaya pendaftaran untuk masuk istana ini juga sangat murah. Untuk wisatawan lokal, Anda hanya perlu membayar 10000, dan untuk wisatawan asing, biayanya adalah Rp 20.000. Dengan harga yang murah ini, Anda akan mengalami sentuhan klasik asli Yogyakarta yang sangat berharga. Namun, istana ini hanya dibuka dari jam 9:00-15:30 sehingga Anda harus memastikan untuk tidak datang terlalu dini atau sebaliknya, datang terlambat.

Ketika Anda mencapai portal istana, Anda dapat melihat tarian tradisional sebagai penyambutan. Di sekitarnya ada sebuah tempat di mana para musisi memainkan instrumen mereka untuk tarian. Tak jauh dari sana, Anda akan melihat area mandi. Di masa lalu, tempat ini benar-benar tertutup untuk orang lain selain Sultan dan keluarganya.

Di sana, Anda bisa melihat sebuah kolam renang dengan dinding berwarna krem yang letaknya tak begitu jauh. Wilayah itu sendiri dibagi menjadi tiga kolam renang; Umbul Kawitan (kolam renang untuk anak-anak Sultan), Umbul Pamuncar (kolam untuk gundik Sultan), dan umbul Panguras (Renang untuk Sultan).

Istana-Air-Taman-Sari-Jogja

Selain kolam renang, Tamansari juga memiliki menara tiga lantai di mana Sultan sering beraktivitas. Di sana, Anda bisa melihat sebuah periuk yang indah dan dihiasi yang digunakan sebagai cermin bagi para istri Sultan. Untuk menggunakannya, periuk diisi dengan air yang jernih dan putri harus menunggu sampai air tidak lagi bergelombang untuk melihat bayangan mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: