Begini perkiraan dampak “Brexit” untuk Toyota dan Honda

Dua produsen otomotif dari Jepang diperkirakan akan memperoleh dampak paling besar dari hasil referendum di Inggris yang memenangkan pihak yang keluar dari Uni Eropa (UE) atau terkenal dengan istilah Britain Exit (Brexit).

Dua produsen otomotif tersebut adalah Toyota dan Honda. Dampak paling buruk bagi dua produsen ini adalah berhentinya operasi bisnis mereka di negeri Inggris Raya tersebut alias terancam tutup.

Penyebabnya adalah sekitar 20 persen dari produksi mobil kedua merek Jepang itu di Inggris, diekspor ke Eropa dengan margin tipis. Selain itu, iklim industri otomotif Inggris yang akan menghadapi bahaya besar setelah tidak lagi ikut UE juga berpengaruh bagi kelangsungan bisnis Toyota dan Honda di Inggris.

Mengapa? Karena potensi kehilangan investasi besar yang dihadapi dua produsen besar tersebut.Asumsinya, kondisi pasar otomotif Inggris yang ambigu menyusul masa transisi yang terjadi di Inggris, memaksa sejumlah prinsipal otomotif global mengalihkan dana investasi mereka ke basis produksi lain di luar Inggris.

Persoalan lain bagi Toyota dan Honda terkait Brexit adalah adanya kondisi yang tidak pasti menyangkut pajak terkait dengan masa depan mereka di Inggris, belum lagi masalah tenaga kerja.

Paparan tersebut disampaikan lembaga konsultan PA Consulting di Inggris. Head of Manufacturing PA Consulting Group, Tim Lawrence menjelaskan, dampak pada jumlah pekerjaan dan ekonomi akan terasa jauh lebih besar dari sekedar industri otomotif saja.

Karena hal ini terkait dengan rantai pasokan komponen yang dilakukan perusahaan komponen yang akan mengikuti volume produksi produsen otomotif atau Original Equipment Manufacturers(OEM).

Dilansir Inautonews, Senin (18/7/), Toyota sudah mengeluarkan peringatan mereka akan mengurangi ongkos produksi atau mendongkrak harga jual mobil jadi lebih mahal sebagai opsi jalan keluar akibat Brexit yang sudah jelas akan memberi pengaruh pada penjualan.

Logo Toyota

Logo Toyota

Setiap tahun, Inggris mengekspor 1,2 juta unit mobil, di mana lebih dari setengahnya dipasarkan ke negara-negara Eropa. Menurut penelitian, jumlah ini akan anjlok, mulai 5-10 persen dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: