Mobil jadi boros pengeluaran, ini penyebabnya

Memiliki mobil memang memberi citra baik bagi pemiliknya. Paling tidak status sosial pemilik mobil dinilai tinggi oleh orang lain. Belum lagi sebutan sebagai orang kaya yang didapat oleh para pemilik mobil apalagi yang memiliki mobil dengan harga mahal.

Namun di sisi lain, pemilik mobil kadang juga harus dipusingkan dengan cicilan kredit yang harus dibayar bila mobil yang dimilikinya adalah mobil kredit. Pemilik mobil juga harus berurusan dengan perawatan, pengeluaran bensin, tol, dll.
Beberapa hal tersebut membuat pemilik mobil harus banyak mengeluarkan uang. Dilansir dari Huffington Post, berikut lima (5) hal yang membuat pengeluaran operasional mobil jadi boros.

  1. Memasang Paket Navigasi

Paket navigasi mobil yang bisa membuat boros pemilik mobil biasanya ditawarkan diler sebagai tambahan paket. Jika pemilik mobil mengambil paket navigasi ini, sudah tentu akan mengeluarkan biaya tambahan.

Padahal, kelengkapan navigasi mobil bisa menggunakan aplikasi yang bisa diunduh dari telpon pintar.

  1. Mengabaikan lampu check engine

Pemborosan operasional mobil bisa juga terjadi ketika pemilik mobil tidak memperhatikan masalah berskala kecil pada mobil. Misalnya saja masalah sensor oksigen yang perlu diganti.

Bila terjadi masalah pada sensor oksigen, akan bisa diketahui melalui check engine. Jadi lebih baik mengatasi masalah kecil yang mungkin menghabiskan ratusan ribu rupiah dari pada memperbaiki masalah besar yang akhirnya membuat pemilik mobil harus belanja jutaan rupiah

3.Tune up mesin atau AC

Pekerjaan tune up mobil sering ditawarkan bengkel-bengkel umum.Pemilik mobil tak perlu ragu menolak tawaran itu jika kondisi mobil belum perlu untuk di-tune up.

Tawaran tune up mobil biasanya dilakukan terhadap mesin dan AC. Untuk kinerja mesin, pada mobil-mobil masa kini biasanya menggunakan sistem computer untuk mengawasinya

Jika mesin mengalami masalah, sistem computer akan membuat pemberitahuan melalui lampu check engine yang ada di dashboard kendaraan. Sedang untuk AC, pemilik mobil bisa menggunakan perasaan untuk mengetahui apakah AC mobil memiliki suhu yang masih bagus.

4.Mengganti oli terlalu sering

Pergantian oli mobil memang harus dilakukan. Namun adalah buang-buang duit saja jika ganti oli dilakukan tiap mobil sudah berjalan setiap 3.000 mil atau 4.800 km.

Teknologi mesin mobil masa kini, mampu memperlama waktu pergantian oli yang bisa dilakukan pada saat mobil sudah menempuh jarak 5.000-7.500 mil atau 8.000-12.000 kilometer.

Paket navigasi

Peranti navigasi di dashboard mobil. (detikOto)

  1. Menggunakan bensin berkualitas tinggi

Banyak dari pemilik mobil Penggunakan bahan bakar yang kurang atau melebihi spesifikasi standar yang telah ditetapkan pabrikan sering dilakukan pemilik mobil.

Sebenarnya dengan menggunakan bensin yang kualitasnya lebih tinggi dari spek, belum tentu akan membuat mobil jadi lebih kencang atau performanya lebih bagus.

Jadi yang penting bagi pemilik mobil adalah selalu memperhatikan bahan bakar yang direkomendasikan pabrikan. Di Indonesia biasanya di tutup tangki diberi keterangan BBM rekomendasi. Bisa itu BBM dengan RON 90 atau cukup RON 88 untuk mobil keluaran lama.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: