Sepeda motor terasa tidak stabil saat dikendarai.Cek masalah-masalahnya dibawah ini

Selain kondisi mesin yang baik, faktor lain yang menjadi kunci kenyamanan saat mengendarai sepeda motor adalah kontrol terhadap motor yang stabil. Dengan demikian, keinginan untuk melaju dan bermanuver yang mantap dapat dilakukan.

Namun, sering sekali ditemui pengemudi yang mengeluh, motornya terasa oleng atau tidak stabil saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Sepeda motor oleng terjadi karena putaran roda yang tidak lurus akibat pengaturan pelek yang tidak tepat atau mungkin juga karena ada jarik-jari pelek yang kendur.

Berikut sejumlah persoalan tersebut muncul terkait stabil atau tidaknya motor saat dikendarai seperti dilansir dari Kompas:

Untuk mengetahui masalah stabilitas pada motor, pemilik kendaraan motor dapat memarkir motornya dengan menggunakna standar tengah agar ban depan dan belakang bisa menggantung dan bisa diputar

Lalu putarlah ban dan perhatikan dari arah depan atau belakang motor, apakah putaran ban masih lurus atau tidak. Kalau saat berputar ban mengalami goyang, itu tanda kalau pelek sudah tidak lurus lagi atau seimbang.

Untukk mengatasi pelek standar yang tidak lurus, bisa dilakukan dengan mengatur kembali pelek dan mengencangkan jari-jari pelek yang kendur. Bagi pemilik motor yang menggunakan pelek racing, untuk mengetahui ada masalah stabilitas motor dengan menekan pelek.

Selain itu, sepeda motor yang tidak stabil bisa diakibatkan tekanan angin ban yang tidak sesuai. Oleh karena itu, cermati buku petunjuk manual untuk mengetahui berapa besar tekanan angin yang dibutuhkan oleh sepeda motor. Atau jika ada beban tambahan, apakah perlu ada penambahan angin.

Disamping bisa menstabilkan kendaraan , memastikan ban memiliki tekanan angin yang tepat menjadi langkah untuk memperpanjang usia ban.

Selain itu, masalah stabilitas sepeda motor saat dikendarai juga terkait dengan keberadaan baut lengan ayun. Sehingga pemilik sepeda motor dianjurkan untuk jangan lupa memeriksa baut lengan ayun apakah sudah terpasang dengan baik dan kuat.

Perhatikan pula keberadaan peredan kejut (shock absorber) yang juga memiilki pengaruh terhadap kestabilan motor saat dikendarai. Jika ada cairan pelumas yang keluar atau meleleh dari dalam peredam kejut, ada baiknya mengganti dengan komponen yang baru.

naik motor

Pengendara sepeda motor. (jaketkulit.com)

Hal ini perlu dilakukan mengingat selain peredam kejut yang secara usia memang harus sudah diganti, juga menjadi tanda bahwa sepeda mtoor pernah mengakami tabrakan atau pernah jatuh. Tanda lain pada peredam kejut yang patut diwaspadai adalah adanya bagian yang cacat ataui melengkung.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: