Tiga tindakan salah penggunaan lampu mobil saat hujan

Keberadaan sinar lampu mobil harus bisa dipahami pemilik mobil sebagai isyarat komunikasi dengan pengguna jalan lainnya agar keamanan dan kenyamanan berkendara terjaga. Sinar dari lampu mobil mulai dari lampu sein, rem, hingga lampu utama mengisyaratkan komunikasi.

Karena berhubungan dengan pengguna jalan raya lainnya itulah, penggunaan sinar lampu yang ada di mobil harus sesuai dengan etika agar tidak memunculkan hal buruk bagi semua pihak.

“Sering sekali, orang menggunakan lampu mobil tidak tepat. Apalagi pada saat hujan. Ini tentu membahayakan,” kata Edi Winarno, penasehat komunitas pemilik mobil SUV di ibukota, seperti dilansir detikOto. Berikut sejumlah kesalahan penggunaan lampu mobil yang mengganggu kenyamanan saat kondisi hujan:

1. Menyalakan lampu  dengan sorot cahaya berlebihan

Banyak orang yang menggunakan lampu dengan tingkat sorot cahaya yang berlebihan. Apa yang dilakukan itu dimaksudkan selain memberi isyarat juga agar mereka bisa melihat situasi sekitar atau keadaan didepannya.

Namun tingkat sorot lampu yang terlalu tinggi itu malah mengganggu penguna kendaraan yang berjalan berlawanan. Sorot sinar lampu yang berlebihan itu bisa memicu bahaya karena pandangan pengguna kendaraan dari arah berlawanan menjadi tidak jelas.

Apalagi pada saat hujan turun dimana air hujan yang turun sudah mengganggu pandangan pengemudi. Jika ditambah sorot sinar lampu berlebihan dari arah sebaliknya, risiko kecelakaan makin tinggi.

Selain tidak disarankan membuat sorot lampu mobil yang berlebihan, posisi arah sorot lampu juga harus diatur dengan tepat, jangan sampai mengarah langsung ke wajah pengguna kendaraan dari arah sebaliknya.

menyalakan lampu berlebihan

Ilustrasi penyalaan lampu berlebihan.(Newspress).

2. Waktu pengaktifan lampu sein yang salah

Seringkali kali bisa dilihat pengguna kendaraan berbelok dengan menyalakan lampu secara mendadak. Cara ini jelas bisa memgganggu kenyamanan pengguna kendaraan lain yang ada di belakang maupun dari arah sebaliknya.

Mereka jelas tidak bisa mengantisipasi secara ceapt menghadapi manuver mobil berbelok dengan menyalakan lampu secara mendadak.

Tindakan salah lainnya adalah terlalu awal menyalakan lampu sein padahal manuver berbelok yang akan dilakukan masih agak lama. Hal itu membuat ragu pengendara lainnya untuk mendahului. Beberapa tindakan salah tersebut, bisa membahayakan pengguna kendaraan lainnya.

3. Tidak paham penggunaan lampu hazard

Penggunaan lampu hazard sering kali dipakai pengendara mobil saat hujan datang dengan maksud memberi isyarat kepada pengguna kendaraan lain agar juga berhati-hati. Sayangnya penggunaan lampu hazard seperti itu tidak tepat.

Mengapa? Jika mobil yang lampu hazardnya menyala ingin berbelok atau berpindah jalur yang seharusya menggunakan lampu sein-maka lampu sein yang dihidupkan tidak akan terlihat.

Penggunaan lampu hazard yang tepat adalah pada saat mobil berada dalam kondisi darurat seperti pada saat mobil berhenti di pinggir jalan untuk ganti ban, atau pada saat mobil mengalami mogok, dll.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: