Tiga alasan mengapa musim hujan membuat mobil boros bahan bakar

Bermobil dalam situasi hujan deras ternyata membuat penggunaan bahan bakar minyak lebih banyak dari situasi normal. Dilansir dari detikOto, penelitian menyebutkan, menggunakan rute jalan yang sama pada saat hujan deras, bahan bakar mobil yang dikonsumsi lebih besar hingga 20 persen ketimbang saat cuaca cerah.

Berikut sejumlah alasan mengapa berkendara pada saat hujan deras membuat penggunaan bahan bakar pada mesin lebih boros:

Kondisi hujan

berkendara daklam kondisi hujan. (Autobild.co.id)

1.Suhu serta kelembaban

Guna mendapat sistem pembakaran yang baik, maka dibutuhkan bahan bakar serta udara yang sesuai pada mesin mobil atau disebut dengan Air Fuel Ratio (AFR) atau stichiometry. Rasio ideal antara bensin dan udara pada mesin adalah 1 butir bensin sama dengan 14.7 butir udara.

Mesin mobil akan bekerjasa dengan maksimal pada suhu yang cukup tinggi. Jika berjalan pada suhu rendah, berpotensi merusak komponen mesin, membuat detonasi polusi tinggi serta bahan bakar yang digunakan akan bertambah banyak dari situasi normal.

Pada mesin mobil injeks,cara membuat AFR dilakukan melalui Electronic Control Unit (ECU) yang dipengaruhi sensor suhu air di blok mesin serta debit bensin yang dikeluarkan dari injector. Nah jika suhu diluar sangat dingin, ECU membuat “perintah” agar injector makin banyak mengeluarkan debit bahan bakar.

2. Traksi Ban

Pemborosan BBM pada saat hujan deras juga dipengaruhi oleh traksi ban terhadap aspal jalan raya yang tergenang air. Jika traksi ban ke aspal menurun, ada kekuatan mesin yang terbuang tidak 100 % dialirkan ban ke aspal.

Dengan kondisi seperti itu, mesin tidak bekerja efektif dan membuat bahan bakar yang dikonsumsi lebih banyak. Tanda-tanda daya mesin tidak bekerja efektif pada ban terlihat dari ban yang memutar ditempat karena kembangan ban terisi air. Tanda lainnya adalah perputaran roda jadi lebih berat serta ban seperti bekerja keras membuang air dari pattern.

3. Kecepatan

BBM akan makin banyak terpakai pada mobil yang harus menghadapi hujan deras karena pengemudi berada pada situasi mengemudi kadang jalan kadang berhenti (stop and go). Pada situasi hujan deras, sangat sulit untuk berkendara tanpa melakukan akselerasi maupun deselerasi secara mendadak.

Efektifitas penggunaan bahan bakar pada mobil bisa dilakukan pada saat mobil bisa dijalankan dengan kecepatam konstan. Pada mobil yang memiliki mode mengemudi eco driving, pengemudi bisa melindungi putaran mesin dengan menggunakan ukuran ideal pada .000 hingga 3.000 rpm. Dengan demikian, stabilitas kecepatan mobil yang dikendarai pengemudi mampu menghemat penggunaan bahan bakar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: